Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

YLKI Masih Temukan Ketidakmerataan Harga Minyak Goreng Subsidi

YLKI Masih Temukan Ketidakmerataan Harga Minyak Goreng Subsidi Ilustrasi minyak goreng. Shutterstock/Aleksandrs Samuilovs

Merdeka.com - Peneliti Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Annis Safira Nur mengatakan, masih ditemukan ketidakmerataan harga dan akses terhadap perolehan minyak goreng bersubsidi. Hal ini kemudian memicu adanya kepanikan konsumen (panic buying).

"Fenomena panic buying masih kerap terjadi sehingga masyarakat lainnya yang membutuhkan tidak mendapatkan minyak goreng bersubsidi," kata Annis dalam konferensi pers, Jakarta, Jumat (11/2).

YLKI melakukan survei terhadap ketersediaan minyak goreng subsidi di masyarakat. Survei dilakukan dengan mendatangi secara langsung konsumen, produsen dan penjual.

Hasil survei menunjukkan kesesuaian dengan keluhan konsumen terkait. Langkanya minyak goreng bersubsidi, di mana jumlah toko yang tersedia minyak goreng kelapa sawit subsidi hanya sebanyak 3 toko dan 1 toko dengan pilihan minyak harga subsidi dan non-subsidi yang ditemukan dari total 30 toko.

Kesimpulan wawancara dengan konsumen, semua konsumen baik dalam kalangan atas maupun menengah ke bawah mengalami dampak dari kelangkaan minyak goreng ini. "Dengan demikian, masyarakat perlu mengeluarkan uang dan tenaga lebih agar bisa mendapatkan minyak goreng sebagai kebutuhan," kata Annis.

YLKI mencatat semua konsumen mengharapkan minyak akan tersedia dengan kuantitas yang cukup dengan harga yang kembali normal, baik di ritel modern maupun di warung atau pasar tradisional.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP