YLKI: 3,5 Juta pengguna BlackBerry harus diberi kompensasi
Merdeka.com - Gangguan jaringan data dan internet yang dialami pengguna BlackBerry di Asia Pasifik dan Indonesia pada khususnya, bisa berbuntut panjang. Ribuan konsumen atau pengguna BlackBerry di Indonesia dipastikan merugi dengan terganggunya jaringan BlackBerry sepanjang hari ini, Rabu (3/10).
"Jelas menganggu dan merugikan karena kita sudah bayar layanan BlackBerry, tapi ternyata gangguan," ungkap Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Tulus Abadi kepada merdeka.com, Rabu (3/10).
Secara tegas, Tulus mengatakan, konsumen di Indonesia yang sudah menetapkan pilihan menggunakan BlackBerry merasa tidak nyaman atas gangguan ini. Bagi konsumen, gangguan satu hari bisa sangat merugikan. Terutama bagi pebisnis yang mengandalkan BlackBerry sebagai salah satu fasilitas pendukung bisnisnya.
Atas gangguan yang merugikan konsumen, produsen ponsel pintar Blackberry Research In Motion (RIM) dituntut memberikan kompensasi kepada lebih dari 3,5 juta pengguna BlackBerry di Indonesia.
"Kompensasinya misalnya, layanan BlackBerry hari ini tidak masuk dalam hitungan paket BlackBerry. Jadi batas waktu penggunaan paket layanan BlackBerry ditambah 1 hari karena gangguan 1 hari," jelasnya.
Selain itu, lanjut Tulus, pihak RIM juga harus terbuka memberi penjelasan ke konsumen atau pengguna layanan BlackBerry mengenai kondisi saat ini. "Dan harus memberi kepastian kapan perbaikan selesai," jelasnya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya