Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Wujudkan program satu juta rumah, REI bangun 5.000 unit di Jambi

Wujudkan program satu juta rumah, REI bangun 5.000 unit di Jambi perumahan. ©2012 Merdeka.com/sapto anggoro

Merdeka.com - Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Jambi menargetkan pembangunan 5.000 unit rumah di sejumlah kawasan di daerah Jambi pada tahun ini. Pembangunan ini merupakan bagian dari satu juta rumah murah yang telah dicanangkan pemerintahan Joko Widodo beberapa waktu lalu.

"Pembangunan yang kita rencanakan itu untuk menunjang target nasional yakni program sejuta rumah yang digagas Pemerintah Presiden Joko Widodo," kata Ketua DPD REI Provinsi Jambi M Mifthah di Jambi seperti dilansir Antara, Kamis (25/6).

Dari total 5.000 unit rumah yang akan dibangun sepanjang 2015 itu, sebesar 80 persen di antaranya adalah rumah subsidi dan sisanya adalah nonsubsidi dari pemerintah.

M Mifthah menjelaskan, untuk penjualan rumah di Provinsi Jambi saat ini sangat lemah dikarenakan komoditas utama pendukung pertumbuhan ekonomi daerah ini berupa kelapa sawit dan karet sedang mengalami penurunan harga.

Penjualan perumahan kuartal pertama disebut mengalami penurunan sekitar 50 persen. Namun demikian, Mifthah optimis penjualan kuartal kedua bisa lebih baik lagi.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo sudah bertemu dengan Dewan Pengurus Pusat Real Estate Indonesia (REI) di Istana Merdeka. Pertemuan ini membahas mengenai program 1 juta rumah murah.

"Kita bicara tentang program 1 juta rumah, bicara soal di mana kita sangat membutuhkan lahan besar. Di situ kita mengusulkan agar pembangunan infrastruktur pada lahan baru diperlukan sehingga kita mendapat lahan baru dengan harga terjangkau," kata Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Eddy Hussy usai bertemu Jokowi di Istana, Jakarta, Selasa (23/6).

Pihaknya berharap kepada pemerintah untuk menentukan zona-zona RT, RW, BTR agar NJOP-nya dipatok sehingga tidak terjadi kenaikan. Lebih lanjut, kata Eddy, pihaknya tak akan menentukan di mana akan dibangun satu juta rumah murah tersebut. Yang jelas, kata dia, rumah itu nantinya akan menyebar di seluruh Indonesia.

"Tentunya lahan itu berdekatan dengan penduduknya dan tempat kerja. Agar pembangunan ke depan pun bisa menghidupkan ekonomi secara luas," jelas Eddy.

Eddy juga menyampaikan ke Presiden Jokowi bahwa pihaknya menyambut baik untuk penurunan uang muka pembelian rumah murah tersebut.

"Sangat mendukung jika BI menurunkan uang muka dan inden. Itu di seluruh Indonesia, kita mengajak semua anggota yang memang cocok membangun rumah ini, segera dilakukan. Semua anggota melakukan komitmen. Hampir di semua provinsi ada," tandasnya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP