Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Waspadai modus diskon 'fiktif' banyak muncul saat Ramadan

Waspadai modus diskon 'fiktif' banyak muncul saat Ramadan Diskon jelang Lebaran. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Membeli baju baru ataupun bingkisan untuk keluarga maupun keluarga sudah menjadi salah satu tradisi masyarakat Indonesia dalam menyambut Hari Raya Lebaran. Fenomena ini tentunya kerap dimanfaatkan oleh pedagang untuk meraih keuntungan.

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan tingkat konsumerisme saat Ramadan akan meningkat dari hari-hari biasanya. Meski begitu, masyarakat tetap harus hati-hati dan teliti sebelum membeli barang-barang.

"Seperti diskon-diskon saat Ramadan. Biasanya pedagang memberi diskon besar-besaran. Tapi ini yang harus diwaspadai. Ini yang melanggar UU tentang perlindungan konsumen," kata Tulus saat dihubungi merdeka.com, Minggu (19/6).

Menurutnya, hal ini sudah menjadi fenomena tersendiri saat Ramadan, di mana pedagang biasanya menaikkan harga terlebih dahulu lalu memberikan diskon besar. Sehingga dia tetap mendapatkan keuntungan, bahkan berkali-kali lipat.

"Jadi konsumen harus teliti dulu. Dengan mengecek harga dan kualitas barangnya. Seperti sarung, konsumen harus tahu harga sarung pada umumnya dan menyamakan dengan kualitasnya. Karena tidak mungkin sarung kurang bagus diskonnya besar dan harganya tetap mahal," imbuhnya.

Selain itu, konsumen juga harus teliti sebelum makanan dan minuman yang dikemas dalam bentuk parsel Lebaran, terutama dalam memperhatikan tanggal kedaluwarsa. Sebab, konsumen biasanya tidak terlalu memperhatikan karena makan dan minuman tersebut sudah dikemas.

"Jadi karena konsumen tidak bisa melihat tanggal kadaluwarsanya, konsumen harus menegaskan ke pedagang kalau makanan dan minuman itu masih bagus. Kalau tidak maka pedagang harus ganti rugi," jelas Tulus.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP