Warisan ekonomi Indonesia buat sulit bersaing di dunia
Merdeka.com - Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, mengungkapkan jika warisan ekonomi Indonesia saat ini tidak cukup kompetitif untuk bersaing di tingkat internasional. Sebab, dia menilai usai Indonesia dilanda krisis besar pada 1998-1999, industri manufaktur di Indonesia mengalami kemunduran.
"Itu mudah diukur, lihat bagaimana peranan sektor industri manufaktur di dalam ekonomi kita maupun di dalam penerimaan devisa kita," ujar Menko Darmin kepada wartawan di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (27/1).
Lebih lanjut, kata Menko Darmin, di satu pihak ada sebagian yang patut disyukuri saat industri manufaktur pada saat itu mengalami kemunduran. "Kita punya sumber daya alam yang banyak. Saat krisis besar ada masyarakat kita yang gembira ria yang punya kebun kopi, sawit dan karet. Karena setiap dollar yang diterima langsung menghasilkan Rupiah yang jauh lebih banyak," tambahnya.
Oleh karena itu, Menko Darmin menilai pertumbuhan Indonesia sampai saat ini begitu bergantung kepada dinamika sumber daya alam maupun sumber daya manusia yang dimiliki Indonesia. Kendati demikian, dia menyebut siklus ini tidak boleh berlangsung terus menerus.
"Karena siklus sumber daya tidak berlangsung panjang. Apalagi saat kondisi ekonomi China bangkit," tandasnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya