Warga kesulitan dapatkan gas elpiji 3 kilogram
Merdeka.com - Sebagian warga Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, kesulitan memperoleh gas elpiji tabung 3 kilogram dalam beberapa hari ini. Salah seorang warga Kelurahan Kotabaru Tengah, Laban, mengeluh gas melon itu langka di pasaran.
"Sulit sekali nyarinya, di dekat-dekat rumah saya nggak ada yang jual," ujarnya seperti ditulis Antara, Sabtu (10/2).
Di tengah kondisi ini, warga harus berebut membeli elpiji 3 kilogram di pangkalan. Tak perlu waktu lama, tabung gas melon yang baru diturunkan dari truk langsung ludes diborong.
"Kami dapat pasokan tiga kali seminggu, sekali datang rata-rata 100 tabung. Paling satu jam itu habis," kata Jamhari, pengawai salah satu pangkalan elpiji 3 kilogram di Jalan Putri Cipta Sari.
Mengenai kelangkaan elpiji 3 kilogram ini, salah satu agen di Kotabaru mengaku ada kendala pasokan dari Pertamina.
Direktur PT Hj Harmiani Jailani Suriansyah Citra mengatakan kondisi itu sudah berlangsung kurang lebih 3 hari. "Biasanya pasokan gas elpiji sehari 3 truk jadi dua truk, jadi alokasinya berkurang," ungkap Suriansyah.
Menurutnya agen di Kotabaru biasa mengambil pasokan elpiji 3 kilogram di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Energi (SPBE) Kersik Putih di Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu.
"Dari Banjarmasin mengambil ke Sampit, jadi sangat jauh dan sering terlambat sampai di Batulicin. Dengan sendirinya ke agen pun terlambat, jadi kalau istilah langka itu sebenarnya tidak," jelasnya.
Dia menambahkan gangguan ini tidak berlangsung lama dan mulai hari ini diperkirakan pasokan elpiji 3 kilogram sudah kembali normal.
Di Kabupaten Kotabaru terdapat tiga agen elpiji 3 kilogram. Setiap agen mendapat jatah tiga truk atau sekitar 1.500 tabung perhari untuk disalurkan ke 21 kecamatan.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya