Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Warga Badui panen durian, kantongi uang hingga Rp 65 juta

Warga Badui panen durian, kantongi uang hingga Rp 65 juta Durian. shutterstock

Merdeka.com - Panen buah durian membawa berkah bagi masyarakat Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten. Sebab, panen durian meningkatkan pendapatan ekonomi mereka.

"Kami sepekan terakhir ini sibuk berjualan durian," kata Pulung (25), seorang warga Badui saat ditemui di ruas jalan Cileles-Gunungkencana, Kabupaten Lebak, Senin.

Memasuki musim panen durian, masyarakat Badui meninggalkan pekerjaan mereka bertani dan berladang. Mereka lebih memilih berjualan durian karena menghasilkan pendapatan lebih banyak.

Para pedagang durian warga Badui itu membuat lapak-lapak di sekitar Jalan Cileles-Gunungkencana. Ruas jalan ini sangat padat kendaraan yang hendak menuju kawasan wisata pesisir pantai selatan.

Pembeli durian Badui bukan hanya pengendara yang melintasi jalan saja, tetapi banyak masyarakat setempat.

Selama ini, buah durian Badui memiliki kelebihan dengan manis rasanya, buahnya tebal juga beraroma. Selain itu juga harga durian Badui terjangkau masyarakat mulai dijual Rp 20 ribu sampai Rp 60.000 per buah. "Kami sangat terbantu ekonomi keluarga dari omzet penjualan durian hingga puluhan juta rupiah," katanya seperti ditulis Antara.

Samani (55), seorang petani Badui di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar mengatakan durian miliknya itu dijual ke pengumpul yang ada di Rangkasbitung maupun pengecer di wilayah kawasan Badui. Buah durian Badui diangkut kendaraan melalui kawasan perbatasan di Pasar Ciboleger dan Kebon Cau untuk dipasok ke Rangkasbitung dan daerah lainnya.

Panen durian tahun ini masuk kategori baik karena hasilnya cukup bagus. "Kami panen durian tentu dapat membantu pendapatan ekonomi keluarga dan bisa menjual hingga Rp 65 juta," katanya.

Petani Badui lainnya, Santa (45), optimis kebun durian miliknya bisa panen hingga Februari 2018. Selama musim panen banyak para tengkulak mendatangi pemilik kebun durian untuk dibeli secara borongan buah yang ada di pohon dengan harga perkiraan pasaran.

Para tengkulak memasok ke Rangkasbitung, Tangerang, dan Jakarta. "Kami menjual durian lebih baik dengan sistem borongan karena tidak mengeluarkan biaya angkutan lagi," katanya.

Dari pantauan, ribuan buah durian dipasok ke luar daerah dengan menggunakan angkutan truk diesel juga bak terbuka. Buah durian itu diangkut kendaraan ke Rangkasbitung, Tangerang, Indramayu, Bandung, Bogor dan Jakarta.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP