Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Wapres: Peningkatan SDM di NTB Masih Jadi Tantangan Utama

Wapres: Peningkatan SDM di NTB Masih Jadi Tantangan Utama Maruf Amin. ©2019 dok.Setwapres RI

Merdeka.com - Wakil Presiden, Ma'ruf Amin menyebut peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) masih menjadi tantangan yang utama bagi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebab, kualitas SDM NTB masih tertinggal bila dibandingkan dengan daerah lain.

"Hal ini salah satunya dicerminkan oleh angka partisipasi kasar (APK) perguruan tinggi (PT) yang sampai saat ini rata-rata baru mencapai 18 persen," katanya pada Acara Wisuda Diploma & Sarjana UNU NTB Semester Gasal Tahun Akademik 2020/2021, secara virtual, Rabu (3/3).

Dia mengatakan, bangsa-bangsa yang mengalami kemajuan pesat di dunia umumnya memiliki SDM yang telah dibina melalui pendidikan tinggi. Misalnya Korea Selatan memiliki APK-PT 91 persen dan Singapura 62.2 persen.

Korea Selatan telah membanjiri dunia dengan berbagai produk-produk elektronik dan kendaraan yang berkualitas, sementara Singapura yang tidak memiliki sumberdaya alam yang cukup dapat menguasai bisnis internasional dengan sangat baik.

"Sementara Indonesia yang memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah masih harus mengejar ketertinggalan dari negara-negara seperti Korea Selatan dan Singapura," jelas dia.

Dia menekankan, sebagai sektor yang memegang peranan sangat penting dalam pembangunan, pendidikan merupakan sarana mencetak generasi penerus bangsa yang cerdas dan unggul. Penguasaan teknologi dan pemanfaatan serta pengelolaan potensi sumberdaya alam secara berkelanjutan merupakan kebutuhan dan menjadi harapan masyarakat maupun pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Pengembangan Pendidikan

Atas dasar itu maka konsep pengembangan program pendidikan tinggi yang dibangun harus mengadopsi konteks lokal di mana lembaga pendidikan tersebut berada, disertai komitmen untuk mencetak lulusan dengan kompetensi sebagai profesional yang mumpuni.

Sejalan dengan pemikiran di atas, maka pengelola perguruan tinggi dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat perlu untuk mengembangkan perguruan tinggi sesuai potensi sumberdaya, karakteristik lokal, permasalahan dan kebutuhan daerah.

Di samping itu, dia juga meminta agar Perguruan Tinggi di NTB perlu menyelenggarakan program pendidikan yang lebih bersifat aplikatif (terapan), vokasional serta mengajarkan entrepreunership (kewirausahaan), agar lulusannya mampu mengelola dan mengembangkan potensi alam dan pembangunan berbasis kebudayaan setempat.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP