Wapres JK minta Uni Eropa tak diskriminasi soal CPO
Merdeka.com - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla meminta Uni Eropa agar tidak diskriminatif dalam masalah perdagangan ekspor minyak sawit mentah (CPO). Mengingat, Parlemen Eropa dalam voting tanggal 18 Januari menyetujui proposal Undang-Undang energi terbarukan di dalamnya termasuk melarang penggunaan minyak sawit untuk biodiesel mulai tahun 2021.
"Artinya kita ingatkan Eropa bahwa kita membeli banyak terbesar Airbus oleh Lion oleh Garuda karena itu jangan perlakukan diskriminatif karena kita bisa mengambil kebijakan yang sama. Jangan terjadi diskriminasi," kata JK di kantornya, Jl Merdeka Utara, Rabu (11/4).
Dengan demikian, pemerintah akan menempuh jalur negosiasi dengan Uni Eropa melalui perjanjian perdagangan bebas. Meski demikian, masih ada beberapa syarat yang sulit dipenuhi dari pihak pemerintah Indonesia maupun keinginan negara yang terlibat kerja sama.
"Tergantung,itu sudah berapa tahun, lama itu. ada syarat yang aulit dipenuhi permintaan kita atau permintaan mereka seperti Australia soal sapi. lama itu. kita bebaskan masalah dalam negeri kita bebasin, mereka juga kita butuh," kata JK.
Sebelumnya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan siap meladani perang dagang tersebut. Pemerintah tidak akan bersikap defensif terkait isu tersebut. Pemerintah akan membalas perang dagang dengan menyetop impor beberapa produk dari Eropa.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya