Wapres JK kumpulkan menteri ekonomi bahas penurunan suku bunga
Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengumpulkan beberapa menteri perekonomian dan beberapa pemimpin lembaga terkait untuk membahas penurunan suku bunga bank. Semula pertemuan diagendakan pukul 10.00 WIB, namun hingga berita ini diturunkan belum dimulai.
Beberapa Menteri yang baru tiba yaitu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri BUMN Rini Soemarno. Sementara petinggi lembaga lain yakni Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman Hadad dan lainnya.
"Rapat ini mengenai perbankan, bagaimana program penurunan suku bunga untuk memperkuat perbankan kita setelah MEA," kata Rini Soemarno saat tiba di kantor Wakil Presiden, Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (18/2).
Untuk diketahui, Wapres JK menekankan pentingnya perumahan yang laik untuk masyarakat Indonesia. Namun, upaya pemerintah mewujudkan ketersediaan rumah bagi masyarakat kelas menengah ke bawah membutuhkan dukungan dari sektor jasa keuangan, yakni perbankan sebagai penyedia dana. Dukungan yang dibutuhkan adalah suku bunga rendah dan terjangkau masyarakat.
Pemerintah, lanjut JK, akan terus mendorong perbankan untuk menurunkan suku bunga secara bertahap mulai dari suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga ke kredit komersil. Akhir tahun 2017, Wapres JK menjanjikan seluruh suku bunga turun menjadi hanya tujuh persen.
"Bunga kita turunkan, memberikan subsidi (untuk KUR), kita tahu bunga tinggi tidak bisa mendukung pengusaha-pengusaha kecil. Bunga komersil pun akan kita turunkan jauh lebih rendah dari sekarang," kata JK dalam pidato pameran perumahan, Indonesia Properti Expo, di JakartaConvention Centre (JCC), Senayan, Jakarta, Sabtu (13/2).
JK menilai sudah saatnya Indonesia beranjak dari posisi saat ini sebagai negara dengan suku bunga tertinggi di ASEAN.
"Saat ini bunga kita tertinggi di ASEAN. Pertumbuhan harus tinggi tapi bunga jangan tertinggi. Kalau Thailand 12, kita 7 kita tidak boleh lebih dari itu. Tahun depan bunga kita turunkan 7,5 persen. Karena enggak ada negara yang maju dengan bunga tinggi," tegas JK.
"Akhir tahun depan (2017) semua bunga 7 persen. Bunga KUR 9 persen, bunga komersil juga akan turun. Bunga tinggi justru menguntungkan asing bukan menguntungkan bangsa sendiri," tambah JK.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya