Wapres JK Kritik Biaya Pembangunan LRT Rp 500 Miliar/Km, ini Jawaban Adhi karya
Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengkritik pembangunan kereta ringan atau light rail transit (LRT) yang menelan biaya sampai Rp 500 miliar per kilometernya (Km). Menurutnya, pembangunan LRT dengan skema elevated tersebut dinilai kurang efektif.
Sebagai kontraktor, PT Adhi Karya (Persero) Tbk merespons bahwa pembangunan LRT Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) sudah melalui proses pertimbangan yang matang oleh perusahaan. Ini tentu saja juga terkait pertimbangan biaya operasional (operational cost).
"Jadi bahwa pemilihan konstruksi elevated atau underground harus meninjau kondisi yang ada. Dalam desain pembangunan infrastruktur ada tiga pertimbangan, pertama at grade di atas tanah biasa, kedua elevated dan ketiga underground. Kita sudah lakukan kajian, ini yang paling optimum yang bisa kita berikan," ucap Direktur Operasi II PT Adhi Karya (Persero) Tbk Pundjung Setya Brata di Jakarta, Senin (14/1).
Menurutnya, nominal Rp 500 miliar per Km tersebut sudah mencakup seluruh nilai operasi dengan panjang rel LRT yang mencapai 44,43 Kilometer. Termasuk di dalamnya pembangunan depo hingga stasiun.
"Jadi LRT ini berbeda dengan jalan tol, kami bukan hanya membangun jalan tapi juga membangun sistem, juga membangun workshop untuk menyimpan perbaikan maintenance depo. Depo ada costnya ini yang Rp 500 miliar, termasuk biaya depo yang sesuai dengan panjang tadi," ujarnya.
Dia pun menegaskan, pembangunan LRT ini telah sesuai dengan pertimbangan Perseroan. Perusahaan telah menyurvei secara detail terkait pembangunan LRT dengan skema elevated itu.
"Kami sudah berusaha memikirkan semuanya supaya lebih optimum. Jadi kalau mau kita compare, atau bolehlah dicek pembangunan di luar negeri ya. Supaya bisa clear perbandinganya," tandasnya.
Reporter: Bawono Yadika
Sumber: Liputan6.com
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya