Punya pengalaman, Jokowi dijamin perhatikan nasib industri mebel
Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebut sejumlah alasan yang menunjukkan pemerintah memerhatikan nasib industri mebel Tanah Air. Semisal, pelarangan ekspor rotan, penurunan suku bunga kredit, upah buruh, dan latar belakang Presiden Joko Widodo.
"Pemerintah luar biasa perhatiannya sebenarnya sejak dulu," kata JK saat membuka Indonesia International Furniture Expo (IFEX) diselenggarakan Asosiasi Mebel dan Kerajinan Indonesia (AMKRI) di Jakarta International EXPO, Kemayoran, Jumat (11/3).
Dia melanjutkan, "Kalau anda ingat saya dari sulawesi, produsen rotan. Orang pada protes kenapa rotan dilarang ekspor? Itu demi anda semua. Produsen di cirebon, Pekalongan, Sulawesi menderita harga turun. Tapi demi industri ya apa boleh buat kan."
Terkait bunga kredit, JK menegaskan, pemerintah bakal terus menekan hingga di bawah 10 persen.
"Tahun depan Insya Allah bunga turun jauh ketimbang sekarang, semanya harus single digit," katanya. "Kami berusaha membuat suatu sistem, sehingga mereka tidak bisa seenaknya menaikkan bunga."
Selain itu, lanjutnya, pemerintah juga telah memastikan penaikan buruh per tahun. Itu didasarkan pada inflasi dan pertumbuhan ekonomi.
"Saya yakin ini akan lebih stabil, memang masih ada demonstrasi, ya kami jelaskan bahwa ini jauh lebih baik dibanding tanpa sistem."
Di sisi lain, JK mengungkapkan, pemerintah punya pengetahuan lebih terkait persoalan industri mebel. Mengingat, Presiden Jokowi memiliki latar belakang sebagai pengusaha mebel.
"Saya kira tidak ada presiden di dunia ini yang punya pengalaman di furniture seperti Pak Jokowi kan?" katanya.
"Jadi tadi kalau dikatakan minta perhatian pemerintah. Ini adalah masalah yang tentu tiap hari pengetahuan beliau (Presiden Jokowi) mungkin lebih baik daripada kita yang hadir disini."
(mdk/yud)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya