Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Wapres JK Beberkan Alasan Jokowi Tegur Menteri Rini dan Jonan

Wapres JK Beberkan Alasan Jokowi Tegur Menteri Rini dan Jonan Jusuf Kalla. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla menjelaskan alasan Presiden Joko Widodo menegur Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Menteri BUMN Rini Soemarno dalam sidang kabinet paripurna pada Senin (8/7). Menurut JK, dua menteri tersebut diminta meningkatkan ekspor dibanding impor minyak dan gas.

"Ya harus positif, bukan defisit, harus surplus. Surplus itu artinya ekspor harus lebih tinggi dari pada impor itu," kata JK di Kantornya, Jalan Merdeka Utara, Rabu (10/7).

Saat ini, Indonesia lebih banyak impor dibandingkan dengan ekspor. Sebab konsumsi semakin meningkat, penduduk bertambah, mobil makin naik, kemudian subsidi semakin banyak. Oleh karena itu, jika impor minyak lebih banyak maka konsumsi juga bertambah.

"Jadi konsumsinya harus dikurangi. Salah satunya iyalah tentu mengurangi subsidi itu. Supaya orang jangan ada yang seenak keliling-keliling kota tanpa urusan, gitu kan contohnya seperti itu," ungkap JK.

Sebab itu, Jokowi kata JK meminta agar para menteri berusaha agar tidak impor terlalu banyak. Sebab itu, seharusnya produksi migas harus dinaikkan. Hal ini cenderung kursi migas kata JK turun.

"Ini tugas pertamina untuk meningkatkan produksi minyak itu, itu di bawah BUMN dan ESDM," ungkap JK.

Masalah menteri ESDM dan BUMN menurut JK yaitu meningkatkan produksi minyak. Agar mengurangi impor dan juga bagaimana produksi kaya LPG. Sebab itu, kata dia pertamina perlu membangun kilang minyak.

"Karena itu perlu Pertamina cepat menyelesaikan itu dan (menteri) ESDM," lanjut JK.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP