Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Wamen Arcandra beberkan alasan migas non konvensional jarang dilirik investor

Wamen Arcandra beberkan alasan migas non konvensional jarang dilirik investor Ilustrasi Migas. shutterstock.com

Merdeka.com - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengakui bahwa wilayah kerja (WK) minyak dan gas (migas) non konvensional sampai saat ini belum banyak dilirik oleh investor.

Hal tersebut dikarenakan para investor masih menunggu momen yang pas untuk dapat melakukan kontrak di antaranya kepastian harga minyak dunia. Meskipun sampai saat ini harga minyak dunia sudah mulai naik, namun hal itu dianggap belum prospektif.

"Dengan oil price yang masih rendah non konvensional banyak tantangan dari sisi keekonomian. Kedua success ratio selama ini belum menggembirakan," ungkapnya di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Jumat (29/12).

Dia berharap dengan adanya perbaikan harga minyak dunia, dapat mendorong investor untuk melirik WK non konvensional. "Kita tunggu dulu non konvensional seperti apa hasilnya nanti, kita percaya di tahun mendatang kalau membaik harganya non konvensional akan laku," imbuhnya.

Sebagai informasi, Menurut Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 05 Tahun 2012, migas non konvensional adalah minyak dan gas bumi yang diusahakan dari reservoir tempat terbentuknya minyak dan gas bumi dengan permeabilitas yang rendah (low permeability), antara lain shale oil, shale gas, tight sand gas, gas metana batu bara (coal bed methane), dan methane-hydrate.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP