Walau terbelit utang, BPK tak rekomendasikan tutup Merpati
Merdeka.com - Badan Pemeriksa Keuangan mengaudit PT Merpati Nusantara Airlines sebagai obyek pemeriksaan dengan tujuan tertentu (PDTT). Hasilnya, lembaga auditor tertinggi Indonesia itu tidak menyarankan penutupan usaha, kendati membenarkan kerugian BUMN ini sudah tidak tertolong lagi.
Karena merasa Merpati tak boleh dibangkrutkan, BPK menyarankan beberapa langkah penyelamatan. Salah satunya adalah agar direksi Merpati fokus menggarap penerbangan perintis.
"BPK merekomendasikan direksi menyusun rencana strategis perintis dan Kerja Sama Operasional dengan pemda yang menguntungkan," kata Ketua BPK Hadi Poernomo kala membacakan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester II (IHPS II) di Jakarta, Senin (14/4).
Saran BPK berkebalikan dengan keyakinan Menteri BUMN Dahlan Iskan. Sebelumnya, mantan Dirut PLN itu sudah mengatakan bahwa mengarahkan Merpati menggeluti bisnis perintis yang mengandalkan subsidi negara, sama saja membunuhnya perlahan-lahan.
"Penerbangan perintis itu adalah penerbangan yang dulu disubsidi. Sekarang kan enggak ada subsidi. Kalau Merpati harus menerbangi penerbangan perintis terus sama dengan membunuh Merpati," kata Dahlan di kantornya pekan lalu.
BPK juga menyarankan direksi Merpati membuat business plan realistis buat menggandeng investor swasta, meliputi efisiensi biaya. Armada yang kerap bermasalah, juga disarankan auditor negara untuk tidak digunakan lagi.
Adapun alasan BPK menyarankan pemerintah tetap menghidupkan Merpati adalah tenaga kerja yang terserap serta layanan yang bisa lumpuh ketika BUMN penerbangan itu dibiarkan bangkrut. "Maka dari itu pemerintah akan mengupayakan penyelamatan melalui PPA, dengan mempertimbangkan doing concern perusahaan," kata Hadi.
Dalam data utang terakhir, Merpati wajib melunasi tunggakan hingga Rp 6,7 triliun. Direksi sampai sekarang masih kerap menghadapi tuntutan karyawan yang meminta gaji dibayarkan, karena telah ditunggak sejak awal tahun ini.
Selama November 2013 hingga Maret tahun ini, dikabarkan 50 pilot hengkang, lantaran tidak mendapatkan lagi hak-haknya. Regulator juga sudah tidak berpihak pada maskapai tersebut. Terbukti, Kementerian Perhubungan sudah memutuskan tak memperpanjang beberapa lisensi rute Merpati. Sebanyak 19 rute penerbangan milik maskapai pelat merah itu ditawarkan kepada swasta, dengan lima maskapai penerbangan lokal sudah menyatakan minat yakni Citilink, Air Asia, Sriwijaya Air, Aviastar dan Kalstar. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya