Venezuela mulai kesulitan hadapi rendahnya harga minyak dunia
Merdeka.com - Harga minyak dunia masih bertahan rendah bahkan cenderung terus menurun. Kondisi ini menyiksa ekonomi Venezuela sebagai negara produsen minyak.
Diberitakan Antara, Venezuela mulai kekurangan barang dasar dan antrean panjang di toko-toko. Pemerintahnya telah merencanakan anggaran 2016 yang didasarkan pada harga minyak USD 40 per barel.
Presiden Venezuela Nicolas Maduro berjanji akan terus melobi negara-negara penghasil minyak lainnya untuk membantu menghentikan kejatuhan harga minyak mentah yang merusak ekonomi negaranya. Dia memerintahkan menteri perminyakannya untuk mengaktifkan kembali semua prosedur dengan OPEC dan negara-negara penghasil minyak non-OPEC untuk menghentikan perang harga dan memulihkan pasar.
Maduro dan pendahulunya Hugo Chavez menggunakan pendapatan dari cadangan minyak Venezuela yang besar untuk membayar belanja sosial, tetapi penerimaannya telah jatuh sejalan dengan penurunan harga minyak mentah. Kritikus menyalahkan krisis pada pengelolaan ekonomi para pemimpin sosialis.
Harga minyak dunia sempat berada di atas USD 100 per barel pada pertengahan 2014, namun kemudian anjlok. Maduro mengatakan harga minyak mentah Venezuela pekan ini turun menjadi hanya USD 24 per barel, tingkat terendah dalam 12 tahun.
Negara ini pada tahun lalu telah mencoba membujuk anggota-anggota lain dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) memangkas produksinya untuk menopang harga, namun sia-sia.
Berpidato dalam pertemuan pekerja perusahaan minyak negara PDVSA di Caracas, Maduro mengatakan pemerintahnya akan melobi tokoh-tokoh OPEC Arab Saudi dan raksasa non-OPEC Rusia.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya