Utang Luar Negeri Turun, Rupiah Ditutup Menguat Ke Level Rp14.299 per USD
Merdeka.com - Nilai tukar Rupiah ditutup menguat di level Rp14.299 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp14.326 per USD. Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang Rupiah kemungkinan dibuka berfluktuasi namun ditutup menguat direntang Rp14.270 hingga Rp14.300 per USD.
Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim mengatakan, pasar mencermati utang luar negeri (ULN) Indonesia pada triwulan IV-2021 mencapai USD 415,1 miliar atau turun dari posisi triwulan sebelumnya yang sebesar USD 424 miliar. Penurunan itu disebabkan oleh penurunan posisi ULN sektor publik yakni pemerintah dan bank sentral serta sektor swasta.
"Secara tahunan posisi ULN Kuartal Keempat 2021 terkontraksi 0,4 persen (yoy) setelah tumbuh 3,8 persen (yoy) pada kuartal sebelumnya," kata Ibrahim dalam riset harian, Jakarta, Selasa (15/2).
Untuk ULN pemerintah pada kuartal-IV 2021 tercatat sebesar USD200,2 miliar turut menurun dari posisi triwulan sebelumnya sebesar USD205,5 miliar atau terkontraksi 3 persen (yoy) setelah tumbuh 4,1 persen (yoy) pada kuartal ketiga 2021.
"Penurunan ULN terjadi seiring beberapa seri Surat Berharga Negara( SBN) yang jatuh tempo dan pelunasan sebagian pokok pinjaman di Kuartal Keempat 2021," kata Ibrahim.
Faktor lain adalah, Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan Indonesia mengalami surplus neraca dagang USD930 juta pada Januari 2022 kemarin. Dengan demikian, Indonesia mencatatkan surplus selama 21 bulan berturut-turut.
Meski surplus, sejatinya angkanya mengecil jika dibanding Desember 2021 yang masih USD1,02 miliar. Surplus tersebut berasal dari selisih nilai ekspor yang mencapai USD19,16 miliar atau naik 35,31 persen dan impor senilai USD18,23 miliar atau naik 36,77 persen pada Januari kemarin.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya