Utang luar negeri RI meroket tembus USD 292 miliar
Merdeka.com - Dalam laporan triwulan-III 2014 Bank Indonesia (BI) terungkap utang luar negeri Indonesia naik signifikan. Tercatat, per September 2014 utang luar negeri Indonesia tembus USD 292,3 miliar. Nilai ini naik USD 6,1 miliar dibanding posisi akhir Juni sebesar USD 286,2 miliar.
Jumlah itu juga meningkat USD 29,4 miliar jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya atau September 2013 yang mencapai sebesar USD 262,9 miliar. BI menyebutkan, lonjakan utang dipengaruhi meningkatnya kepemilikan nonresiden atas surat utang yang diterbitkan oleh sektor publik, sebesar USD 4,3 miliar.
Pinjaman luar negeri sektor swasta mencapai USD 2,3 miliar, dan simpanan nonresiden di bank domestik, USD 1,7 miliar. Melampaui turunnya pinjaman luar negeri sektor publik sebesar USD 2,2 miliar.
Kenaikan ini juga berdampak pada rasio utang luar negeri terhadap produk domestik bruto (PDB) yang naik dari 34 persen di posisi triwulan II 2014 menjadi 34,68 persen pada September 2014. Sementara debt service ratio atau rasio total pembayaran pokok dan bunga utang luar negeri terhadap total penerimaan transaksi berjalan meningkat dari 44,29 persen menjadi 46,16 persen.
Peningkatan utang luar negeri terutama dipengaruhi kenaikan pinjaman luar negeri sektor swasta sebesar USD 8,6 miliar, serta surat utang sektor publik USD14,5 miliar dan sektor swasta sebesar USD 4,9 miliar. Secara total, utang luar negeri sektor publik tercatat sebesar USD 132,9 miliar dan utang luar negeri sektor swasta sebesar USD 159,3 miliar. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya