Utang Angkasa Pura I Tembus Rp32 Triliun, Dananya untuk Apa?
Merdeka.com - PT Angkasa Pura I mencatat total utang per September 2021 mencapai Rp32 triliun. Utang tersebut terdiri dari kewajiban bayar kepada kreditur dan investor mencapai Rp28 triliun, serta kewajiban karyawan dan supplier senilai Rp4,7 triliun.
Direktur Utama PT Angkasa Pura I, Faik Fahmi mengungkapkan, utang dilakukan perseroan larinya tidak kemana-mana. Utang tersebut dipergunakan untuk kepentingan perusahaan, utamanya dalam meningkatkan aset.
"Utang yang dilakukan AP I larinya ke aset, yang di AP I ini juga meningkat signifikan asetnya," kata dia dalam konferensi pers, Rabu (8/12).
Dia mencontohkan, pada 2017 total aset AP I sebesar Rp24,7 triliun. Kemudian pada 2022 mendatang aset Perseroan diperkirakan bakal tembus mencapai Rp47,3 triliun.
"Jadi asetnya meningkat lebih dari sekitar Rp23 triliun dalam periode 4 sampai 5 tahun," ujarnya.
Sebelumnya, Faik menjelaskan, posisi utang besar tersebut terjadi karena sebelum pandemi Covid-19 AP I disibukan dengan membangun 10 bandara. Pembangunan itu dilakukan untuk menyelesaikan persoalan masalah jumlah kapasitas penumpang. Di mana jumlah penumpang dilayani AP I lebih tinggi dari kapasitas tersedia di bandara pengelolaan.
Contohnya saja, di 2017 kapasitas bandara AP 1 diperuntukkan hanya untuk 71 juta penumpang per tahun. Namun realisasi penumpangnya sudah 90 juta per tahun. Dan meningkat lagi di 2018 menjadi 90 juta lebih penumpang per tahun.
"Jadi bisa dibayangkan dengan realisasi penumpang tinggi dari kapasitas dan muncul persoalan pelayanan," kata dia.
Di samping itu, pembiayaan dilakukan perusahaan untuk pembangunan 10 bandara tidak menggunakan dana pemerintah atau melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Semua pembiayaan dilakukan murni dari internal maupun eksternal perusahaan
"Jadi ini yang terhadap pengembangan kita tidak sama sekali dengan pemerintah tapi melalui obligasi," jelasnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya