Usai Jadi Nama Jalan, Pangeran Abu Dhabi Berminat Bangun Pabrik Vaksin di Indonesia
Merdeka.com - Hubungan Indonesia dengan Uni Emirate Arab semakin mesra. Salah satunya tercermin dari kebijakan pemerintah Jokowi mengubah nama Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated atau Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek menjadi Jalan Layang MBZ Sheikh Mohammed Bin Zayed. Sebelumnya, UAE juga telah lebih dulu mencantumkan nama Presiden Jokowi pada salah satu jalan strategisnya di Abu Dhabi.
Sheikh MBZ yang memiliki nama panjang Sheikh Mohamed bin Zayed bin Sultan Al Nahyan merupakan putra mahkota Abu Dhabi juga merangkap sebagai Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata UEA.
Pria kelahiran 11 Maret 1961 ini dikenal mesra dengan pemerintah Jokowi. Kedekatan putra ketiga dari Zayed bin Sultan Al Nahyan, Presiden Uni Emirat Arab pertama dan penguasa Abu Dhabi, dari istri ketiganya, Sheikha Fatima bint Mubarak Al Ketbi itu terekam jelas dalam berbagai kesepakatan yang dihasilkan.
Terbaru, usai penamaan Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek menjadi MBZ Sheikh Mohammed Bin Zayed, Uni Emirate Arab (UAE) berminat membangun pabrik vaksin Covid-19 di Indonesia. Seperti diberitakan Reuters mengutip kantor berita negara UEA WAM pada Senin (13/4), rencana tersebut dikemukakan oleh Menteri Energi dan Infrastruktur UEA Suhail al-Mazrouei.
Sebelumnya, sikap royal pangeran MBZ kepada Presiden Jokowi juga tercermin dari suntikan dana dana sebesar USD 10 miliar atau setara Rp140 triliun (asumsi kurs Rp14.000) untuk ditempatkan pada dana kelolaan Indonesia Investment Authority (INA) atau Lembaga Pengelola Investasi (LPI) dari Uni Emirat Arab (UEA).
Ternyata, suntikan ini didapatkan bukan tanpa usaha. Diceritakan, jika Presiden Joko Widodo atau Jokowi melakukan pembicaraan dengan His Highness Sheikh Mohammed Bin Zayed Al Nahyan (MBZ) pada 19 Maret 2021 melalui telepon.
Dalam pembicaraan akrab mengenai perkembangan hubungan dan kerja sama antar kedua negara. Salah satu materi yang menjadi fokus pembicaraan adalah INA atau LPI yang telah terbentuk dan beroperasi di Indonesia.
Usai pertemuan tersebut, MBZ kemudian memerintahkan kucuran penempatan dana investasi ke LPI.
"Investasi ini merupakan buah manis dari komunikasi melalui sambungan telepon antar pimpinan kedua negara. Pada senja menjelang Maghrib pukul 17.30 WIB hari Jumat tanggal 19 Maret 2021," mengutip keterangan kemenlu.go,id, Selasa (23/3)
Dikatakan jika investasi PEA pada INA semakin memperkokoh hubungan bilateral antar kedua negara di berbagai bidang, termasuk merefleksikan kedekatan hubungan personal antar pimpinan negara
Dengan investasi ini, sejauh ini PEA menjadi investor utama yang terbesar (anchor investor) pada INA atau LPI. Sebelumnya beberapa negara, antara lain Jepang, Amerika Serikat dan Kanada telah mengumumkan komitmen investasi pada Indonesia.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya