Usai gempa Mentawai, INSA minta waspada berlayar di Samudera Hindia
Merdeka.com - Indonesian National Shipowners' Association (INSA) mengimbau para anggota untuk berhati-hati saat melintasi jalur Samudera Hindia. Hal ini berkaitan dengan gempa bumi yang terjadi di Kepulauan Mentawai dan Sumatera Barat, kemarin.
Meski peringatan terjadinya gelombang tsunami telah dicabut, pelayaran yang melewati jalur tersebut harus tetap hati-hati.
"Kami mengimbau semua anggota untuk meningkatkan kewaspadaan saat melalui lintasan tersebut, sebab dikhawatirkan akan terjadi gempa susulan di sekitar Samudera Hindia mengingat awal gempa pada Rabu (2/3) malam cukup besar," kata Ketua Umum INSA, Carmelita Hartoto di Jakarta, Kamis (3/3).
Sebagai tanda kewaspadaan, Carmelita meminta semua anggota untuk terus memantau melalui alat komunikasi kapal, Radio Operasi Pantai dan memperbarui setiap saat peringatan yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan dengan Maklumat Pelayaran ataupun informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Dia juga meminta anggotanya seandainya ada peringatan dini terjadinya gempa susulan diharapkan kapal dapat mengubah jalur lintasan, hal ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
"Berdasarkan informasi dari BMKG yang kami peroleh memang gempa yang terjadi sekitar 636 kilometer dari bibir pantai Mentawai tersebut merupakan jenis gempa bumi dangkal, namun untuk menghindari bahaya yang terjadi kami harapkan para anggota dapat meningkatkan kewaspadaan," kata Carmelita.
Seperti yang disampaikan oleh BMKG bahwa Gempa bumi susulan kembali terjadi pukul 07:10 WIB, Kamis (3/3) pagi dengan lokasi gempa berada di 4.58 LS - 94.56 BT, atau sekitar 598 km Barat Daya Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.
Gempa yang berkekuatan 5,8 ini terjadi pada kedalaman 10 kilometer dan tidak ada peringatan tsunami akibat gempa ini. (mdk/idr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya