Urgensi Indonesia Miliki Satu Data di Tengah Pandemi Covid-19
Merdeka.com - Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa mengatakan, penerapan Satu Data Indonesia sangat penting diimplementasikan di Indonesia terutama di masa genting ini. Menurutnya, pandemi Covid-19 mendorong paksa implementasi layanan data ke level yang belum pernah dialami sebelumnya.
"Penting sekali data yang reliabel dalam agenda masif, seperti agenda pemulihan nasional, tidak berisiko menimbulkan inefisiensi atau pemborosan sumber daya yang tidak tepat sasaran," kata Menteri Suharso dalam konferensi pers virtual, Selasa (6/7).
Menteri Suharso mengatakan, kunci kesuksesan pemulihan nasional terletak pada respsitvitas, akurasi, adaptabilitas dan kolaborasi.
Selanjutnya
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comHal ini tentu bergantung pada kualitas data yang dijadikan dasar pengambilan kebijakan dan pelaksanaan program. Data yang berkualitas akan menghasilkan pembangunan yang berkualitas, demikian pula sebaliknya.
"Data dan bagaimana pengembangannya itu seperti sebuah siklus. Jadi data berkembang, menghasilkan data yang terkoreksi dan terbarukan, diaplikasikan, diperbarui lagi, misalnya data bansos, bagaimana kita bisa meminimalisir error-error itu, yang seharusnya dapat bantuan tidak dapat bantuan," ujarnya.
Dalam hal ini, seluruh pihak mulai dari Bappenas, Kemenkeu, BPS, Kominfo, BSSN, BIG, KemenPANRB menjadi bagian dari Dewan Pengarah Satu Data Indonesia.
"Dewan pengarah ini menyepakati arahan dan solusi untuk menjawab isu strategis seputar kebijakan Satu Data Indonesia terutama kaitannya dengan kebutuhan isu strategis nasional," kata Menteri Suharso.
Reporter: Athika Rahma
Sumber: Liputan6
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya