Urai macet Jakarta, DPR minta jaringan tol Jabodetabek tuntas 2019
Merdeka.com - Dewan Perwakilan Rakyat meminta agar proyek jaringan tol Jabodetabek tuntas 2019. Ini guna memangkas kemacetan di ibu kota negara.
"Beban terberat ruas tol di Jakarta saat ini ada di Jalur Lingkar Luar Jakarta, karena itu pembangunan jaringan jalan tol yang baru harus bisa segera diselesaikan setidaknya pada 2019 sehingga bisa mengurangi kemacetan," kata Wakil Ketua Komisi V DPR-RI Yudi Widiana dalam siaran pers, Rabu (30/9).
Politisi Partai Keadilan Sejahtera itu memimpin rombongan Komisi V meninjau sejumlah ruas tol Jabodetabek.
Sekedar mengingatkan, sebanyak 18 ruas tol bakal di bangun di Jabodetabek. Sayangnya, sebagian besar masih berkutat dengan persoalan pembebasan lahan.
Di antaranya, ruas Cengkareng-Batu Ceper-Kunciran yang pembebasan lahannya baru mencapai 18,86 persen. Lalu, ruas Kunciran-Serpong (27,65 persen), Serpong-Cinere (persiapan pengadaan tanah), Cimanggis-Cibitung (0,3 persen).
Kemudian, Cibitung-Cilincing (10,56 persen), Depok-Antasari (26,42 persen), Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (29,19 persen), dan Cinere-Jagorawi (63,71 persen).
"Jaringan jalan tol yang terintegrasi di Jakarta ini sangat membantu untuk mengurai kemacetan," katanya. "Sayangnya, masih terkendala masalah tanah."
Yudi berharap operator bisa membuat terobosan agar pembebasan lahan bisa segera tuntas. "Dan jalan tol Jabodetabek ini bisa terhubung di akhir 2019," katanya. (mdk/yud)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya