Upah Buruh Tani Februari Naik 0,35 Persen, BPS Klaim Daya Beli Terjaga
Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat upah nominal harian buruh tani nasional pada Februari 2021 Rp56.373 per hari. Angka ini naik sebesar 0,35 persen dibanding upah buruh tani Januari 2021, yaitu Rp56.176.
"Sementara itu, upah riil buruh tani mengalami kenaikan sebesar 0,18 persen," ujar Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers daring, Jakarta, Senin (15/3).
Upah nominal buruh atau pekerja adalah rata-rata upah harian yang diterima buruh sebagai balas jasa pekerjaan yang telah dilakukan. Sementara upah menggambarkan daya beli dari pendapatan/upah yang diterima buruh.
Upah riil buruh tani adalah perbandingan antara upah nominal buruh tani dengan indeks konsumsi rumah tangga perdesaan, sedangkan upah riil buruh bangunan adalah perbandingan upah nominal buruh bangunan terhadap indeks harga konsumen perkotaan.
Adapun upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Februari 2021 naik 0,05 persen dibanding Januari 2021, yaitu dari Rp90.907,00 menjadi Rp90.953,00 per hari. Namun upah riil mengalami penurunan sebesar 0,05 persen.
Daya Beli Terjaga
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSuhariyanto mengklaim besaran upah ini membuktikan bahwa daya beli buruh tani masih terjaga.
"Sehingga ketika upah riil terjaga, berarti daya beli yang dimiliki buruh tani masih bagus," ungkapnya.
Sementara itu untuk upah buruh bangunan pada Februari 2021 sebesar Rp 90.953. Secara nominal naik tipis 0,05 persen dibandingkan Januari 2021.
Namun upah riil mengalami penurunan 0,50 persen menjadi Rp 85.750. "Karena pada Februari 2021 terjadi inflasi sebesar 0,10 persen, maka secara riil upah buruh bangunan jg turun tipis 0,05 persen," katanya.
Reporter: Andina Librianty
Sumber: Liputan6
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya