Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

UMKM masih jadi tulang punggung ekonomi nasional tahun depan

UMKM masih jadi tulang punggung ekonomi nasional tahun depan Pengrajin batik. ©2013 Merdeka.com/M. Luthfi Rahman

Merdeka.com - Tingginya tingkat suku bunga saat ini secara otomatis memperlambat pertumbuhan kredit perbankan. Terutama kredit yang menyasar sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Pengamat ekonomi Universitas Gadjah Mada Tony Prasetiantono melihat, perlambatan kredit UMKM hanya bersifat sementara. "UMKM melambat, itu shock jangka pendek," kata Tony di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (19/11).

Tony meyakini sektor UMKM masih menjadi tulang punggung perekonomian nasional menghadapi ketidakpastian iklim perekonomian global. Sebab, sektor UMKM telah terbukti lebih tahan terhadap guncangan krisis ekonomi.

Tony berharap kebijakan Bank Indonesia (BI) menaikkan BI Rate hingga 175 basis poin dari 5,75 persen ke 7,5 persen juga bersifat sementara. Setelah kondisi perekonomian nasional lebih baik, waktunya bagi BI menurunkan suku bunga acuannya.

"Tahun depan lembaran baru, inflasi rendah. (BI Rate) 7,5 persen saya harap tertinggi tahun ini. Menurun di tahun berikutnya. Bunga lebih rendah dan rasional, 6,5-7 persen BI rate. UMKM akan nikmati ekspansi," tutup Tony. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP