UMKM dan Penyelesaian Masalah Kesehatan Jadi Kunci Pemulihan Ekonomi
Merdeka.com - Tantangan Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Indonesia terpilih yang akan menggantikan Rosan P. Roeslani salah satunya yaitu memperbaiki kondisi ekonomi bangsa yang saat ini tengah terganggu akibat pandemi Covid 19.
Wakil Ketua Kadin Indonesia Arsjad Rasjid, mengaku siap menjawab tantangan tersebut. Kata dia, salah satu solusi dari permasalahan ekonomi bangsa saat ini, adalah menyelesaikan permasalahan kesehatan masyarakat.
"Kalau permasalahan kesehatan teratasi, permasalahan ekonomi sedikit banyaknya juga akan teratasi," ujar Arsjad Rasjid dalam sambutannya di acara buka bersama yang digelar Kadin Banten, dikutip Kamis (22/4).
Selain itu, untuk menyelesaikan permasalahan ekonomi bangsa, sektor UMKM juga perlu didorong. Karena jumlah dan peran UMKM di Indonesia cukup signifikan dalam menopang perekonomian bangsa. Calon Ketua Umum Kadin ini mengingatkan, UMKM harus dibantu dalam kemudahan berusaha.
Hal yang perlu diingat menurutnya adalah tidak ada satu solusi, yang bisa menyelesaikan permasalahan bangsa. Setiap masalah, butuh solusinya masing-masing.
"Setiap industri permasalahannya berbeda-beda, penyakitnya berbeda-beda, butuh obat yang berbeda-beda," terangnya.
Arsjad Rasjid mengatakan pemerintah sejauh ini sudah sangat membantu perbaikan ekonomi bangsa. Antara lain dengan pembentukan perusahaan induk (holding) BUMN ultra mikro.
Kepada wartawan, saat ditanya kemungkinan dia menang pemilihan, Arsjad Rasjid yang saat ini menjawab sebagai Wakil Ketua Umum KadinIndonesia, mengaku yakin.
"Alhamdulillah teman-teman dari daerah, teman-teman dari asosiasi mulai mendukung. Saya InsyAllah bisa," ujarnya.
Digitalisasi UMKM Bantu Perekonomian
Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki menegaskan bahwa pemerintah akan fokus meningkatkan keikutsertaan pengusaha UMKM dalam ekosistem digital. Ini perlu dilakukan untuk menyongsong aktivitas belanja secara online yang meningkat di masa pandemi covid-19.
Berdasarkan data BPS, pandemi Covid-19 menyebabkan konsumsi rumah tangga untuk makanan dan minuman selain restoran terkontraksi 1,39 persen sepanjang tahun 2020. Sedangkan penyedia restoran dan hotel mengalami kontraksi sebesar 7,98 persen.
"Namun, kita harus terus optimis, berbagai survei menunjukkan adanya indikasi perbaikan belanja masyarakat di awal 2021. UMKM digital produktif merupakan kunci pemulihan ekonomi," kata MenkopUKM Teten, saat membuka secara virtual pada kegiatan BRIncubator UMKM Brilian, Senin (19/4).
Bahkan berdasarkan hasil survei World Bank 2021 menunjukkan bahwa 59,2 persen responden dengan mata pencaharian wiraswasta dan 74,1 persen mengandalkan penjualan online sebagai pendapatan utama. Namun, 51 persen di antaranya adalah reseller. Produsen baru mencapai 11 persen.
"Hal ini menjadi fokus kita bagaimana meningkatkan UMKM produsen dalam ekosistem digital," ujar Teten.
Menurut Teten, program BRIncubator UMKM Brilian sangat baik bagi UMKM kuliner untuk bertransformasi, masuk dalam ekosistem digital, serta bersaing di pasar global. "Produk UMKM kuliner Indonesia sangat beragam dan kreatif. Hal ini didukung hasil pertanian Indonesia yang sangat kaya," ucapnya.
Oleh karena itu, bagi MenkopUKM, peran Ucoach dan BRI sangat strategis untuk dapat mendampingi para UMKM, meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi, manajemen usaha yang baik, serta digitalisasi.
"Kami di KemenkopUKM juga tengah memperkuat KUMKM," tegasnya.
Sumber: Liputan6.com
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya