Ucapan Barack Obama naikkan harga minyak dunia
Merdeka.com - Harga minyak standar WTI (West Texas Intermedate) ditutup naik pada Selasa (15/9) kemarin. Hal ini dipicu keputusan Presiden Barack Obama yang tidak setuju dengan keputusan DPR AS untuk mencabut larangan ekspor minyak mentah.
"Ini adalah keputusan kebijakan yang dibuat Departemen Perdagangan dan kami tidak akan mendukung seperti yang dikemukakan Partai Republik," kata Juru Bicara Gedung Putih, Josh Earnest seperti dilansir dari reuters di Jakarta, Rabu (16/9).
Harga minyak standar WTI ditutup naik sekitar 1,3 persen di level USD 44,59 per barel. Sedangkan minyak mentah Brent juga naik 40 sen ke level USD 47,80 per barel.
Pasar minyak dunia kini mengamati persediaan minyak Amerika Serikat setelah perusahaan intelijen Genscape memperkirakan stok minyak mentah AS turun 1,8 juta barel pekan lalu. Selain itu, jajak pendapat yang dilakukan reuters juga memperkirakan stok minyak mentah AS kemungkinan landai pekan lalu, setelah empat minggu berturut-turut mengalami kenaikan.
American Petroleum Institute (API) dalam waktu dekat akan mengeluarkan laporan persediaan minyak. Sedangkan Lembaga Administrasi Informasi Energi AS akan mengeluarkan data pada hari ini.
Proyeksi harga minyak mentah Amerika Serikat membaik setelah adanya proyeksi positif dari beberapa lembaga seperti International Energy Agency (IEA) dan Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) pekan ini.
EIA Senin lalu memproyeksikan bahwa produksi minyak shale di AS akan turun selama enam bulan berturut-turut mulai Oktober nanti.
IEA dan OPEC telah mengurangi proyeksi mereka untuk produksi minyak di negara-negara non-OPEC dan AS, sebab persediaan minyak akan membanjir tahun depan.
"Pasar masih over supply, namun kecepatan untuk memenuhi stok masih moderat," sebut Energy Aspects di dalam laporannya. "Proyeksi permintaan Asia tidak naik namun juga tidak turun." (mdk/idr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya