Uber minta peran aktif masyarakat laporkan pengemudi nakal
Merdeka.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) telah melakukan survei terhadap warga di Jabodetabek terkait pelayanan transportasi online. YLKI mencatat sebanyak 41 persen konsumen mengaku pernah kecewa terhadap pelayanan transportasi online.
Menanggapi hal itu, Sekjen Koperasi Jasa Uber Musa Emyus mengatakan Uber memiliki sistem sendiri untuk memantau driver atau pengemudi yang melakukan tindakan kesewenangan, seperti membatalkan pemesanan.
"Jadi kelakuan-kelakuan driver-driver tadi langsung diblokir, jadi ketat. Ketahuan ada sistemnya sendiri," katanya kepada merdeka.com di Warung Daun Cikini, Jakarta, Senin (2/10).
Musa meminta peran aktif pelanggan apabila ada tindakan pengemudi yang merugikan dengan cara mengadukan kepada pihak Uber. Pengaduan atau pelaporan itu dapat disampaikan melalui tombol bantuan yang ada di dalam aplikasi Uber.
"Tapi kadang ada konsumen yang kasihan itu sebenarnya enggak boleh ketahuan di blokir, satu-satunya jalan kalau ada peran aktif dari si penumpang. Ini lain nomornya itu lapor, diaplikasi sekarang kan ada tombol bantuan," katanya.
Untuk diketahui, berdasarkan survei YLKI persentase kekecewaan konsumen terhadap pelayanan transportasi online seperti pengemudi minta dibatalkan atau cancel sebanyak 22,3 persen, sulit mendapatkan pengemudi 21,19 persen dan pembatalan sepihak 16,22 persen.
Kemudian, pengemudi tidak jujur dengan konsumen 5,3 persen, pengemudi memulai perjalanan sebelum bertemu dengan pelanggan 4,97 persen, pengemudi ugal-ugalan 4,73 persen, kendaraan bau asap rokok 4,61 persen, pengemudi tidak mau diberi tahu 2,89 persen, pengemudi merokok saat berkendaraan 0,75 persen.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya