Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Turunkan biaya logistik, Menteri Rini sinergikan 11 BUMN

Turunkan biaya logistik, Menteri Rini sinergikan 11 BUMN Menteri BUMN Rini Soemarno. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno melakukan sinergi beberapa perusahaan-perusahaan BUMN. Sinergi ini difokuskan untuk menekan biaya logistik di Indonesia.

Sinergi BUMN ini dilakukan melalui penandatanganan MOU dan PKS antara PT Pos Indonesia (Persero) dengan PT Jasa Asuransi Indonesia (Persero), PT Jiwasraya (Persero), PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Bandha Ghara Reksa (Persero), PT Garuda Indonesia Tbk, PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero), PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT LEN (Persero), PT Sarinah (Persero), PT Varuna Tirta Prakasya (Persero).

"Jadi kan begini, logistik itu kan apa namanya, PT Pos itu kan kuat di logistik. Jadi sistemnya dalam distribusi itu kuat selain punya moda transportasinya tapi mereka juga berada di mana-mana," ujar Rini di Kantornya, Kamis (11/2).

Rini mencontohkan sinergi antara PT Pos Indonesia (Persero) dengan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI). Nantinya, BNI bisa menggunakan kantor-kantor milik PT Pos Indonesia yang sudah mencapai pelosok Indonesia dalam mencapai financial inclusion atau kesetaraan akses keuangan.

"Jadi kan sekarang seumpamanya untuk KUR itu kan tahun ini Rp 100 triliun, salah satunya BNI diminta menyalurkan, supaya lebih efektif. Dibanding BNI dan Mandiri, jangkauan BNI belum sebesar mereka dengan Pos ini saya harapkan mereka lebih terjangkau," jelas Rini.

Untuk distribusi logistik, jelas Rini, PT Pos Indonesia sudah memiliki sistem yang kuat. Sedangkan, moda transportasinya bisa memanfaatkan armada kereta api milik PT KAI dan pesawat milik PT Garuda Indonesia. Dengan demikian, ongkos logistik diharapkan bisa ditekan semaksimal mungkin.

"Kita targetkan (biaya logistik) lebih makin rendah, sekarang itu kan kalau dikatakan katanya biaya logistik nasional secara total masih kira-kira 20 sekian persen, nah ini yang harus kita turunkan. Target kalau bisa di single digit, terus terang saja suatu hari harapannya di single digit (biaya logistik terhadap GDP)," pungkas dia. (mdk/sau)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP