Turis Australia belum bebas visa, ini alasan pemerintah
Merdeka.com - Pemerintah telah membebaskan visa untuk turis dari 30 negara. Ini menyusul pembebasan visa untuk 15 negara dilakukan jauh sebelumnya.
Terobosan itu diharapkan dapat mendatangkan devisa hingga USD 1 miliar tahun ini.
Sayangnya, pemerintah masih mengecualikan Australia dalam daftar baru negara bebas visa. Padahal, Negara Kangguru itu terbilang banyak menyumbang turis ke Indonesia.
"Ini bukan karena ada sentimen apapun. Karena Australia memakai universal visa sedangkan Indonesia memakai sistem resiprokal," tegas Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo di kantornya, Jakarta, Rabu (25/3).
Dia menyebut pembebasan visa praktik lazim dilakukan banyak negara. Di Asean, Malaysia dan Thailand sudah menjalankan itu.
"Kalau mereka ke Indonesia dipusingkan dengan visa. Jadi bebas visa sudah umum dilakukan oleh negara lain. Itulah kenapa turis asing banyak yang ke Malaysia atau Thailand," ujarnya.
Menteri Pariwisata Arief Yahya mengakui pembebasan visa membuat negara rugi USD 25 per turis. Namun, dia meyakini kerugian itu bakal dikompensasi oleh pengeluaran turis selama di Indonesia.
"Tapi mereka mengeluarkan biaya hidup USD 1200 atau sekira Rp 14,5 juta. Maka, setidaknya pariwisata Indonesia bisa menghasilkan untung USD 11,3 juta atau setara Rp136,8 miliar," kata Arief.
Ditargetkan proses penambahan negara bebas visa ini tuntas minggu pertama April. Seiring itu pembenahan perlu dilakukan di lima pintu masuk utama Indonesia: Batam, Bandara Soekarno Hatta, Bandara Ngurah Rai, Bandara Kualanamu dan Bandara Juanda.
Khusus Batam, empat pelabuhan: Batam Center, Stupang, Tanjung Uban, dan Sri Bintang harus dibuka untuk proses imigrasi bebas visa.
Di sisi lain, pemerintah bakal memercepat proses izin kapal pesiar atau yacht dari satu hari menjadi tiga hari. Dari sisi keamanan, Kepolisian bakal memperbanyak polisi pariwisata.
Adapun 30 negara baru bebas visa yaitu Cina, Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, Kanada, Selandia Baru, dan Meksiko. Kemudian, Rusia, Inggris, Jerman, Prancis, Belanda, Italia, Spanyol, Swiss, dan Belgia.
Lalu, Swedia, Austria, Denmark, Norwegia, Finlandia, Polandia, Hungaria, Ceko, Qatar, UEA, Kuwait, Bahrain, Oman, dan Afrika Selatan.
(mdk/yud)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya