Tunjuk Sudirman jadi Menteri ESDM, Jokowi di bawah tekanan?
Merdeka.com - Keputusan Presiden Joko Widodo mengangkat Sudirman Said menjadi menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mulai menuai kontroversi. Sepak terjang Sudirman dinilai tidak baik. Dia juga dituding masuk dalam irisan mafia migas di Indonesia.
Direktur Executive Energy Watch Ferdinand Hutahaean curiga, pengangkatan Sudirman menjadi menteri karena Presiden Jokowi berada dalam tekanan. Ferdinand yakin Jokowi punya pilihan lain untuk mengawal sektor strategis ini.
"Rekam jejak Sudirman Said tidaklah bagus. Kedekatan Sudirman Said dengan Soemarno bersaudara disinyalir sebagai tiket masuk Sudirman ke istana," kata Ferdinand ketika dihubungi merdeka.com di Jakarta, Senin (27/10).
Loyalitas Sudirman sebagai menteri pun dipertanyakan. Dikhawatirkan, Sudirman hanya akan loyal pada investor politik ketimbang pada kepentingan bangsa.
"Kami tidak mengerti mengapa Jokowi mau tunduk pada kepentingan mafia. Padahal dulu begitu gencar menyatakan perang dengan mafia Migas. Masih banyak yang berjiwa nasionalis dan anti mafia, tetapi kenapa irisan mafia yang diangkat," tegasnya.
Ferdinand mengklaim, indikator kecewanya pasar pilihan Jokowi di kursi menteri ESDM terlihat dari respons negatif terhadap IHSG sehari setelah pengumuman menteri.
"Ini harus dicermati dengan benar. Jangan sampai sampai kabinet ini justru melumpuhkan perekonomian kita," tutupnya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya