Tumpukan kontainer di Priok, Mendag tuding importir lamban urus izin
Merdeka.com - Kemarahan Presiden Joko Widodo melihat penumpukan peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, kemarin, sontak membuat anak buahnya belingsatan. Maklum saja, Jokowi mengancam bakal memecat menteri dan pejabat di bawahnya, apabila tak bisa memangkas waktu tunggu atau dwelling time kontainer di pelabuhan menjadi 4,7 hari.
Menteri Perdagangan Rachmat Gobel menuding penumpukan kontainer disebabkan importir lamban mengurus izin. Makanya, dia mengancam bakal menjatuhkan hukuman bagi importir lamban tersebut.
"Kami akan pulangkan atau tidak boleh turun barangnya. Itu yang kami lakukan dalam menekan dwelling time," kata Gobel di Jakarta, Kamis (18/6).
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Partogi Pangaribuan berharap importir tunduk pada peraturan berlaku. Menurutnya, banyak importir ogah mengurus izin.
"Langkah ini dilakukan untuk menghindari masuknya barang membahayakan manusia dan lingkungan. Maka dari itu importir harus andal yakni dia ikuti peraturan, dia bersih, dia nggak nakal," tegasnya.
"Yang pasti banyak terjadi barang tiba baru diurus izin impor. Ini akibatnya kalau dia barang sensitif, dilarang impor terus ditangkap. Itu nggak keluar izin sampai mati." (mdk/yud)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya