'Tukang tenggelamin kapal' tak lagi diremehkan
Merdeka.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengaku mendapat surat kaleng. Itu loh, surat tanpa disertai identitas jelas pengirim dan biasanya bermaksud jelek.
Inti surat kaleng itu, menurut Susi, membujuk pemerintah untuk mengubah cara penanganan kapal ilegal berhasil diitangkap. Di awal surat, sang penulis anonim mengapresiasi langkah pemerintah memberantas pencurian ikan di laut Indonesia. Namun, di akhir, dia meminta pemerintah mempertimbangkan tindakan penenggelaman kapal.
Kendati demikian, dia menegaskan tak bakal mengubah keputusannya menenggelamkan kapal kedapatan mencuri ikan di perairan nusantara. Sejatinya, pengaraman kapal juga dilakukan negara lain.
Lebih ekstrem, Susi juga pernah mengaku pernah menerima ancaman bakal disantet tujuh turunan. Menurutnya ancaman berasal dari Kalimantan itu muncul lantaran dia melarang ekspor kepiting bertelur.
Susi tak menanggapi serius ancaman itu. "Saya saja baru satu cucu, bagaimana mau tujuh turunan."
Menurutnya, pelarangan ekspor kepiting bertelur bisa menambah populasi hewan bercangkang alot itu. Ujungnya, penambak atau nelayan kepiting bisa bertambah untung.
Ancaman-ancaman itu memperlihatkan Susi sudah berubah menjadi sosok menakutkan bagi pihak ingin mencuri kekayaan laut Indonesia. Perwakilan negara tetangga sampai menyebut Susi 'tukang tenggelamin kapal'.
Malaysia sampai harus memasang alat pendeteksi di kapal nelayannya. Alat itu bakal berbunyi jika nelayan Malaysia memasuki perairan Indonesia. Jika demikian, Malaysia bakal menyuruh mereka balik arah.
Sebelum ini, banyak pihak meremehkan keberanian Susi menenggelamkan kapal berlayar ilegal di perairan Indonesia. Dipicu oleh penenggelaman tiga kapal nelayan Vietnam di Pulau Anambas beberapa waktu lalu.
Kata orang itu bukan kapal melainkan perahu kayu. Ditambah lagi benda itu sudah menjadi rongsokan sejak dua tahun lalu. Susi masih punya waktu untuk menghapus itu.
(mdk/yud)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya