Triwulan III-2018, industri pengolahan tembakau turun 44,78 persen
Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan produksi industri Manufaktur Mikro dan Kecil (IMK) triwulan III-2018 mengalami kenaikan sebesar 3,88 persen dibanding triwulan III-2017.
Ketua BPS Suhariyanto mengatakan, ada beberapa industri yang mengalami penurunan, seperti industri pengolahan tembakau yang menurun 44,78 persen dibanding triwulan III-2017.
"Year on year turun karena cuaca saat panen kurang air sehingga pertumuhan tembakau kurang maksimal," kata Suhariyanto di Kantornya, Jakarta, Kamis (1/11).
Meskipun demikian, industri pengolahan tembakau pada triwulan III tahun 2018 tumbuh tinggi jika dibandingkan dengan dengan triwulan II tahun 2018. "Kalau kita bandingkan quarter to quarter naik 32,36 persen karena ini adanya di triwulan III," ujarnya.
Pria yang akrab dipanggil Kecuk ini mengatakan, saat ini ndustri pengolahan tembakau terpusat di tiga daerah di Indonesia, yakni di provinsi, Jawa Tengah (Temanggung), Jawa Timur (Madura), dan Nusa Tenggara Barat.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya