Transfer daerah tak lagi uang tunai, Jokowi akan kasih surat utang
Merdeka.com - Rendahnya penyerapan anggaran daerah membuat Presiden Joko Widodo bereaksi. Jokowi sapaan akrabnya mengaku sedih pemerintah daerah provinsi/kabupaten/kota masih menyimpan uang Rp 259 triliun, jumlah tersebut dinilai sangat besar.
Terkait rendahnya penyerapan anggaran itu, Presiden Jokowi mengatakan, tahun depan caranya akan berbeda. Kalau yang simpan uangnya terlalu banyak di bank, pemerintah pusat tak akan transfer uang lagi.
"Kalau uang cash lagi nanti ditaruh di deposito. Nanti yang kita transfer yang serapannya rendah adalah surat utang. Artinya kalau daerah itu memerlukan Rp 102 miliar, ya Rp 102 miliar yang diambil," ucap Jokowi seperti dilansir situs Setkab saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) V Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) Tahun 2015, yang diselenggarakan di Hotel Grand Clarion, Makassar, Sulawesi Selatan.
Presiden menegaskan, ini merupakan salah satu cara agar negara bergerak dengan efisien. "Uang kalau sudah ditransfer memang harus digunakan," tegasnya.
Munas V APPSI itu mengusung tema 'Optimalisasi Peran Pemerintah Provinsi Dalam Mempercepat Perwujudan Indonesia Sejahtera', dan akan berlangsung dilaksanakan selama 3 (tiga) hari, yaitu 25-27 November 2015.
Tampak hadir dalam acara tersebut antara lain Wakil Ketua MPR Osman Sapta, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, dan Menteri Sekretaris Negara Praktikno.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengaku sedih sekaligus geram dengan rendahnya serapan anggaran, khususnya anggaran transfer ke daerah. Jokowi sapaan akrabnya menyebut, sekarang ini di pemerintah daerah provinsi/kabupaten/kota masih menyimpan uang Rp 259 triliun, sangat besar sekali.
"Padahal uang itu kalau dibelanjakan akan menggerakkan ekonomi masyarakat. Belanjakan pada tempat yang tepat. Uang itu ditunggu masyarakat kalau dibelanjakan, uangnya bisa berputar," kata Jokowi.
Presiden Jokowi bertanya-tanya penyebab rendahnya penyerapan anggaran, sebab uangnya sudah ada malah terlambat membelanjakannya. Biasanya, lanjut Presiden, uang yang susah.
"Apa masalahnya? Takut? Takut apa? Saya tanya, takut? Takut apa? Kalau Bapak/Ibu semuanya tidak mengambil serupiah pun, yang ditakuti apa?" kata Presiden Jokowi dengan nada bertanya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya