Transaksi gunakan dolar, Pelindo II santai nilai tukar Rupiah anjlok
Merdeka.com - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika (USD) masih saja terus melemah, bahkan menyentuh angka Rp 14.000 per USD. Memburuknya nilai tukar Rupiah tidak selamanya memberi dampak buruk, misalnya ke PT Pelindo II.
PT Pelindo II mengakui, menguatnya dolar Amerika tidak berdampak signifikan terhadap aktivitas perusahaan. Pasalnya, di perusahaan pelat merah ini, hampir secara keseluruhan transaksi menggunakan dolar Amerika.
Direktur Utama PT Pelindo II, RJ Lino menegaskan pelemahan Rupiah saat ini tidak mengganggu kinerja perusahaan. "Kita kan revenue dalam bentuk dolar, walaupun bisa diuangkan dengan Rupiah juga. Meski begitu, kita juga tidak suka (dolar menguat). Bukan begitu caranya (cari untung)," ujarnya di Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Senin (24/8).
Secara keseluruhan, pelemahan nilai tukar Rupiah ini tidak terlalu mengganggu, termasuk dalam pembelanjaan alat-alat pelabuhan. "Jadi sebenarnya saya tidak kena dampaknya (pelemahan Rupiah) karena tarif (bongkar muat) kan dalam dolar termasuk pakai dolar juga belanjanya," jelas dia.
Operator pelabuhan pelat merah ini juga mengaku tidak melanggar Peraturan Bank Indonesia (PBI) nomor 17/13/PBI/2015 tentang kewajiban penggunaan rupiah untuk transaksi. Memang Bank Indonesia mewajibkan penggunaan mata uang Rupiah dalam bertransaksi di Tanah Air.
"Tidak melanggar (PBI) tapi orang bisa bayar ke saya dalam bentuk dolar atau Rupiah, ya silakan," ungkapnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya