Tips sederhana hindari penipuan investasi
Merdeka.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebut investor ritel pasar modal terus meningkat setiap tahun. Seiring dengan itu, penipuan investasi juga kian marak.
Untuk itu, BEI kembali membuka Sekolah Pasar Modal (SPM) reguler 2014. Ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk meningkatkan pemahamannya terkait dunia pasar modal.
"Sekarang masih marak penipuan investasi bodong, bisa kena ke siapa saja. Di sini ada tips-nya kalau orang nawarin investasi bodong itu seperti apa sih," kata Direktur Pengembangan BEI Friderica Widyasari Dewi saat pembukaan SPM reguler 2014, di Jakarta, kemarin.
Frederica melihat, investasi bodong semakin agresif belakangan ini lantaran telah melibatkan figur publik. Sayangnya, dia tak memiliki data pasti jumlah penipuan investasi yang terjadi.
Berikut sedikit tips sederhana menghindari penipuan investasi:
Terlibat langsung
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comKepala Divisi Research and Development PT Bursa Berjangka Jakarta Lie Ricky Ferlianto mengingatkan masyarakat awam agar tidak sembarang investasi. Bila memungkinkan, investor terlibat langsung mengelola produk investasinya.
"Lebih baik kita trading sendiri atau mau kita transaksi sendiri. Kalau masih trading emas secara fisik ya udah ada uang ada barang. Jangan 'ini uang saya barang nanti'," imbuhnya.
Di luar itu, "jangan menyerahkan uang kita kepada orang lain untuk dikembangkan kecuali itu reksa dana yang sudah dilegalisasi oleh pemerintah."
Lihat legalitas perusahaan
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comJangan mau berinvestasi dengan perusahaan yang tidak jelas dan tidak terdaftar secara legal. "Lihat dia terdaftar di bursa atau tidak. Jadi cara sederhana ini mampu menahan masyarakat agar tidak terjebak investasi bodong," kata Lie.
Lihat keuntungan yang ditawarkan
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comJika imbal hasil yang ditawarkan tak masuk akal, dipastikan itu adalah investasi bodong.
"Misal ada yang nawarin 5 persen tiap bulan, dikali 12 bulan itu 60 persen. Itu dia gak usah ngajak kita investasi, dia pinjam di bank saja paling cuma berapa bunga kredit untuk usaha. Itu udah pasti bohong," ungkap Frederica.
"Biasanya mereka akan ngasih beneran uang, tiap bulan dapat dulu, sebulan, dua bulan, tiga bulan, habis itu berhenti."
(mdk/yud)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya