Tips Kembangkan Bisnis Melalui Kesan Pertama Bertemu Investor
Merdeka.com - Banyak orang ingin menjadi jutawan dah hidup berkecukupan di usia muda. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mencapainya, salah satunya dengan menjadi pebisnis. Namun, untuk menjadi pebisnis yang sukses, Anda perlu memahami beberapa langkah di antaranya membangun kesan pertama.
Kesan pertama penting dilakukan untuk memenangkan kepercayaan seseorang atas diri Anda. Dilansir laman CNBC Make It, Penulis 'The altman Close', Josh Altman mengatakan ada 5 aturan yang bisa Anda lakukan untuk mengembangkan bisnis Anda melalui kesan pertama yang positif, berikut penjelasannya:
1. Tidak Narsisme
Narsisme seringkali membunuh interaksi. Jika seseorang berkata, "Saya baru saja membeli sebuah peternakan di Montana," lalu Anda membalas, "Saya punya pulau di Karibia," maka Anda hanya merugikan diri Anda sendiri, dan akan kehilangan bisnis dan uang.
Saat Anda berbicara dengan klien, baiknya arahkan kata-kata Anda ke arah yang dikatakan orang lain, bukan apapun yang mengalir di kepala Anda.
2. Mendengarkan
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comDengarkan klien, seperti Anda melihat hidup Anda tergantung padanya, atas bisnis Anda. Hal itu juga bisa diartikan, sebagai wujud menghormati mereka. Buka telinga Anda, dan cobalah mengenal klien, sambil memikirkan taktik negosiasi bisnis.
3. Perhatikan Pakaian Anda
Untuk menciptakan kesan pertama yang positif, Anda bisa lakukan dengan memperlihatkan pakaian terbaik yang Anda kenakan. Pakailah pakaian dengan gaya yang meneriakan 'kesuksesan', agar kesan positif Anda sampai kepada klien.
4. Lakukan Kontak Mata
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comMelakukan kontak mata menjadi saran standar untuk interaksi manusia, namun ini sangat dibutuhkan. Bahasa tubuh mengatakan, jika mata anda melesat saat berbicara, Anda akan memberi kesan bahwa Anda memiliki sesuatu yang disembunyikan.
Jika Anda secara alami merupakan orang yang gelisah saat melakukan kontak mata, maka cari tahu dan berlatihlah.
5. Ketahui Peran Anda
Jangan berbicara seolah sedang didikte, lakukan obrolan secara alami dan mengalir dengan klien, guna menciptakan kesan positif pertama. Seringkali orang merasa canggung, namun temukanlah titik koneksi yang lebih dalam.
"Jika saya ditampilkan daftar oleh penjual potensial, tentu, saya melihat rumah, namun saya juga memulai hubungan. Tidak ada yang suka dijual atau diajak, seseorang suka dipahami dan dimengerti," tutup Altman.
Reporter Magang: Nurul Fajriyah
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya