Timbulkan Efek Berganda, Industri Migas Ciptakan Banyak Lapangan Kerja
Merdeka.com - Indonesian Petroleum Association (IPA) dan Dyandra Promosindo menggelar acara 'Ngobrol Bareng: Peluang Generasi Muda Pada Industri Hulu Migas' di Kolega x Markplus, Kuningan, Jakarta. Acara ini bertujuan memberikan gambaran kepada generasi muda perihal industri hulu migas bagi perekonomian nasional dan peluang generasi muda untuk terlibat dalam industri, sekalipun bukan berlatar belakang pendidikan teknik perminyakan maupun teknik lainnya.
IPA Board Director, Tenny Wibowo yang juga merupakan Presiden Direktur Ophir Energy menjelaskan, industri migas menimbulkan efek berganda (multiplier effect) bagi sektor lainnya, seperti information technology, transportasi, kuliner, perhotelan, dan sebagainya.
Menurutnya, industri ini juga menciptakan lapangan kerja bagi lulusan non-teknik perminyakan. Di perusahaan migas sendiri, ada sebanyak 20-40 persen karyawan yang berlatar belakang non-teknik perminyakan.
"Banyak sekali kesempatan SDM di industri migas. Kita membutuhkan karyawan untuk HRD, legal, dan itu banyak berlatar belakang non-teknik," ujarnya dikutip keterangan resmi di Jakarta, Minggu (3/3).
Seperti diketahui bersama, industri migas memiliki efek berganda (multiplier effect) yang cukup besar bagi industri-industri lainnya, baik secara langsung maupun tidak langsung. Berdasarkan studi yang dilakukan SKK Migas dan Universitas Indonesia pada 2015, diketahui bahwa setiap investasi sebesar Rp 1 miliar pada sektor hulu migas akan berdampak terhadap penciptaan lapangan kerja sebanyak 100 orang dan peningkatan PDB sebesar Rp 700 juta.
Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Wisnu P. Taher mengatakan, proses kerja pada industri hulu migas, mulai dari masa eksplorasi hingga eksploitasi. Saat ini masih ada 1.000 lapangan potensi migas yang bisa dikembangkan dan membuka lapangan kerja. Saat ini juga ada transformasi di industri migas untuk mempertahankan dan menunjang ketahanan energi nasional hingga ke depan.
Sementara itu, CEO Big Java, Ruli Harjowidianto yang hadir dalam acara tersebut memaparkan tentang big data yang dapat menunjang kerja industri hulu migas di Indonesia. Big data merupakan kumpulan data yang begitu besar dan kompleks.
Bagi industri migas, data merupakan hal yang sangat penting dalam proses kerja baik pada masa eksplorasi, produksi, bahkan hingga pascaproduksi. Big data sangat diperlukan untuk menunjang berjalannya proses bisnis lebih efektif dan efisien dan termasuk dalam pengambilan kebijakan.
Sejumlah perusahaan migas multinasional seperti Total, British Petroleum (BP), dan Chevron diketahui telah mengadopsi penggunaan teknologi digital dalam mendukung kegiatan operasionalnya.
"Big data dapat menghemat biaya karena bisa digunakan mulai dari eksplorasi hingga pasca produksi dengan tingkat akurasi yang tinggi. Data diambil dan dianalisis alogaritmanya untuk menentukan langkah ke depannya. Diharapkan ke depan akan ada data mengenai sumur, data eksplorasi, dan sebagainya untuk mempermudah analisis," papar Ruli.
Acara Ngobrol Bareng merupakan bagian dari rangkaian acara pre-event Pameran dan Konvensi IPA ke-43 yang akan diselenggarakan pada 4–6 September 2019, di Jakarta Convention Center.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya