Tiket Pesawat Mahal Bikin Pendapatan Daerah Turun
Merdeka.com - Pemerintah akan kembali membahas penurunan tarif tiket pesawat dengan Maskapai Garuda Indonesia pada Senin (13/5) mendatang. Pertemuan tersebut diharapkan sudah menghasilkan keputusan terkait penyelesaian polemik mahalnya harga tiket pesawat yang dikeluhkan masyarakat.
Sekretaris Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso mengatakan, sejumlah kepala daerah kini mengeluhkan harga tiket pesawat domestik yang tak kunjung turun. Hal tersebut karena dampak kenaikan tiket pesawat mulai berimbas pada pendapatan daerah.
"Itu selain kontribusi ke inflasi tinggi, hampir semua kepala daerah mengeluh, karena destinasi sepi, hotel-hotel okupansinya jatuh sekali, bahkan ekonomi daerah destinasi. Mungkin yang masih terjangkau darat, orang pilih darat, tapi kalau yang enggak punya pilihan bagaimana," ujar Susiwijono di Kantornya, Jakarta, Jumat (10/5) kemarin.
Selain itu, kenaikan harga tiket juga berdampak pada penurunan aktivitas bisnis di sektor angkutan udara sendiri. Dia mengatakan di beberapa Bandara yang dia kunjungi mengalami penurunan flight pasca kenaikan harga tiket pesawat.
"Orang berkurang sekali yang datang. Saya setiap ke bandara-bandara hampir semuanya flight-nya berkurang. Sekarang pertanyaan dengan tiket tinggi penumpang tinggal separo memang masih untung juga? Kan volume juga," jelasnya.
Susiwijono pun mengharapkan harga tiket pesawat dapat segera mengalami penurunan. Sebab periode arus mudik makin dekat. "Janjinya Pak Menhub seminggu lagi kan, kita rapat Senin minggu lalu, janji Senin (13/5) laporan sudah final, kita sudah ingatkan sudah dekat Lebaran nih, saya saja sudah terlanjur beli tiket," jelasnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya