Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tiga Pengusaha Sukses yang Dulu Pengangguran

Tiga Pengusaha Sukses yang Dulu Pengangguran Tony Fernandes. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Menjadi orang sukses impian semua orang. Akan tetapi, menjadi sukses tidaklah mudah. Seperti beberapa pengusaha berikut ini.

Mereka mengalami pahit getir sebelum menjadi pengusaha sukses. Bahkan para pengusaha ini sempat tak punya pekerjaan alias nganggur. Tapi atas usaha dan kerja keras akhirnya semua impian tercapai. Berikut pengusaha sukses yang dulunya pengangguran:

Tony Fernandes

tiga pengusaha sukses yang dulu pengangguranRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Pemilik AirAsia Tony Fernandes mengaku pernah tak punya pekerjaan atau menganggur dan hidup luntang-lantung akibat ditolak perusahaan. Akan tetapi dia terus berusaha. Tony tak berhenti mencari pekerjaan. Perjalanannya dimulai melalui surat kabar yang mencari manajer keuangan di Virgin Television. Kabar gembira menghampirinya, Tony diterima sebagai menejer keuangan tersebut.

"Aku menulis lamaran ke semua perusahaan rekaman dan menanyakan lowongan di sana dan semuanya menolakku," ujar Tony dalam bukunya berjudul Flying High.

Tak lama menjadi manajer keuangan, Tony kemudian menjadi general manajer di perusahaan label musik yang membawanya berkenalan dengan banyak orang.

Perjalanan mimpi memiliki maskapai kemudian berawal dari perkenalan dengan orang orang baru. Tony memang menyukai pesawat terbang, bandara dan bisnis penerbangan. Dengan modal ini ia bercita-cita membuat suatu maskapai dengan biaya penerbangan murah. Akhirnya, Tony bersama sahabatnya Din memiliki Airasia yang menjadi perusahaan maskapai yang mewujudkan mimpi-mimpi mereka.

Sandiaga Uno

tiga pengusaha sukses yang dulu pengangguranRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Sebelum menjadi pengusaha sukses, Sandiaga Uno sempat merasakan pahitnya kehidupan. Dia mengaku pernah menjadi pengangguran. Hal itu dialaminya saat krisis moneter 1998. Sandi terkena PHK dan terpaksa menganggur. Oleh karena itu dia berpesan kepada generasi muda agar dapat berperan penting dalam menggerakkan ekonomi Indonesia.

"Saya merasakan bagaimana ketika di-PHK dan tidak punya pekerjaan sama sekali saat krisis tahun 1998," kata Sandiaga, beberapa waktu lalu.

Siapa sangka saat ini Sandiaga merupakan pengusaha sukaes. Dia pemilik perusahaan Saratoga Investama. Pada laporan ke KPK per Agustus 2018, harta Sandiaga sebesar Rp 5 triliun.

Bob Young

tiga pengusaha sukses yang dulu pengangguranRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Sama seperti Tony Fernandes dan Sandiaga Uno, pendiri perusahaan Red Hat, Bob Young pernah merasakan pahitnya menjadi seorang pengangguran. Bob jadi pengangguran pada tahun 1993. Red Hat merupakan perusahaan teknologi terbesar di Amerika Serikat.

Young memulai serentetan bisnis usai lulus kuliah pada 1976. Ia pertama menyewakan mesin tik dari sebuah kantor di luar Toronto. Ia kemudian beralih ke bisnis penyewaan komputer dengan meluncurkan Vernon Computer Rentals pada 1984.

Setelah mengalami kesulitan finansial pada masa resesi tahun 1989, Young menjual perusahaannya kepada Greyvest Capital seharga USD 20 juta. Sebagai CEO, ia menerima USD 4 juta. Namun kesepakatan itu juga meminta Young untuk bekerja di Greyvest dan menggunakan bagiannya untuk mengambil saham di sana.

Sayangnya, hanya lewat beberapa bulan dari kesepakatan itu, Greyvest mengalami kesulitan keuangan yang serius. Ini meninggalkan Young dengan saham di perusahaan yang tidak memiliki nilai. Pada akhirnya ia diberhentikan.

"Saya pengangguran dengan 3 anak, hipotek yang besar, dan kekayaan bersih lebih kecil dari apa yang saya punya saat saya lulus 15 tahun lalu. Namun tanpa bencana itu, saya tidak akan menemukan peluang dan mendirikan Red Hat," ujar Young.

(mdk/has)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP