Tiga Menteri Jokowi Dinilai Laik Direshuffle
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo diisukan akan melakukan reshuffle kabinet dalam waktu dekat. Pergantian menteri tersebut dilakukan di tengah rencana pengubahan nomenklatur negara dengan menambah dan melebur dua kementerian besar.
Direktur Eksekutif Para Syndicate, Ari Nurcahyo mengatakan, setidaknya ada tiga menteri Presiden Jokowi yang laik menjalani reshuffle. Pertama, adalah Kepala Staf Presiden yaitu Moeldoko yang dinilai banyak membuat gaduh belakangan ini.
"Perlu dievaluasi kepala KSP, Moeldoko karena membuat gaduh publik. Ramai dengan proses terkait KLB dan partai demokrat sehingga sekarang partai Demokrat ada dua kubu. Kubu AHY dan Moeldoko. Nama Jokowi cukup dibawa-bawa," ujarnya, Jakarta, Jumat (16/4).
Kondisi ini, kata Ari, bukan tidak mungkin membuat posisi Moeldoko bisa dievaluasi oleh Presiden Jokowi. "Ketika Presiden merasa tidak nyaman dengan manuver di luar posisi beliau, posisi Moeldoko bisa jadi diganti atau dirotasi," jelasnya.
Menteri Lainnya
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSelanjutnya adalah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Budi Karya Sumadi memiliki kondisi kesehatan yang dinilai mulai menurun. Selain alasan personal ini, regulasi atau wacana mudik selama pandemi menjadi alasan lain.
"Kedua, ekspansi bisa mengenai Menteri Perhubungan muncul saran diganti atau dirotasi. Pertama alasan kesehatan. Beliau tampil ke publik sudah sakit dan berat, tapi itu alasan personal. Lalu kita lihat bagaimana kinerja Kemenhub terkait regulasi transportasi selama masa pandemi," jelas Ari.
"Lebaran tahun lalu di tengah pandemi ada wacana lockdown namun justru bandara yang pertama kali dibuka. Kemudian larangan mudik saat ini, sebelum Presiden memutuskan bahwa mudik dilarang, seminggu sebelumnya Kemenhub mewacanakan mudik itu boleh tapi dengan catatan belum diputuskan ini seperti tak ada koordinasi," sambungnya.
Ketiga adalah Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar. "Saya lihat, mungkin karena pandemi, selain isu bantuan desa tidak kelihatan kinerjanya sehingga bisa diganti ke kementerian lain. Kalau dirotasi posisinya diganti Teten Masduki karena dekat dengan masyarakat desa," tandasnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya