Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tiga Alasan Milenial Wajib Punya Asuransi

Tiga Alasan Milenial Wajib Punya Asuransi Asuransi. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Situasi menantang akibat pandemi Covid-19 telah mengubah persepsi khalayak tentang pentingnya literasi keuangan. Timbulnya kekhawatiran akan ketidakpastian yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 menjadi salah satu motivasi utama untuk mengenal lebih jauh tentang manajemen dan risiko keuangan, seperti mempersiapkan dana darurat dan asuransi.

Namun, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2019, penetrasi asuransi di Indonesia masih tergolong rendah, yaitu sekitar 3 persen. Guna menjawab kebutuhan proteksi masyarakat, termasuk milenial, Qoala, perusahaan startup yang bergerak di bidang insurance technology (insurtech), menghadirkan pembelian produk asuransi dengan proses 100 persen online.

"Produk asuransi tersedia secara online dan dapat diakses dengan mudah sehingga cocok untuk para milenial yang membutuhkan proteksi. Nasabah bisa membandingkan dan mempelajari berbagai pilihan produk asuransi dengan transparan, serta menentukan mana manfaat perlindungan yang paling sesuai," ujar VP of Direct to Consumer Qoala, Theresia Ateng melalui siaran pers, Jakarta, Kamis (19/5).

Berikut adalah tiga alasan milenial sebaiknya wajib memiliki asuransi:

Meminimalisir Risiko yang Terjadi

Bagi para milenial, apalagi mereka yang telah memulai keluarga muda, asuransi merupakan aspek penting dalam manajemen risiko dan keuangan keluarga. Sebagai contoh, biaya pengobatan yang mahal dan risiko kehilangan tulang punggung keluarga dapat berdampak signifikan bagi keuangan keluarga, apalagi bagi keluarga muda yang masih merintis.

Melindungi Aset Berharga

Tidak hanya melindungi kesehatan, para milenial pun perlu memproteksi aset berharga yang mampu menunjang produktivitas sehari-hari, mulai dari kendaraan hingga smartphone. Kerusakan pada smartphone atau kendaraan tentunya akan berdampak pada banyak aspek dalam kehidupan milenial dan biaya perbaikan atau penggantian pun bisa sangat mahal.

Asuransi Bukan Hal yang Rumit

Dengan adanya digitalisasi di industri asuransi, produk asuransi mulai banyak yang tersedia secara online dan dapat diakses dengan lebih mudah. Dengan demikian, calon nasabah bisa secara independen membandingkan dan mempelajari dengan transparan berbagai pilihan produk asuransi dan menentukan sendiri mana yang manfaat perlindungannya paling sesuai untuknya.

Dengan adanya proses yang lebih transparan dalam berasuransi, potensi konflik di masa depan (misalkan pada saat klaim) karena kesalahpahaman dalam mengerti manfaat produk, dapat diminimalisir. Selain itu, proses digital memungkinkan berasuransi menjadi lebih mudah, cepat, tepat, dan tanpa proses yang panjang dan rumit.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP