The Fed: Kebijakan moneter harus sesuai dengan kondisi ekonomi
Merdeka.com - Bank Indonesia bekerja sama Federal Reserve Bank of New York (FRBNY) menggelar seminar internasional mengenai kebijakan ekonomi dan moneter yang beragam yang tertuang dalam tema 'Managing Stability and Growth Under Economic and Monetary Divergence'. Dalam pidato pembukaannya, Presiden FRBNY William Dudley menyampaikan, pembuatan kebijakan moneter sudah sepatutnya memperhatikan kondisi ekonomi dunia maupun negara masing-masing.
"Kebijakan moneter tidak bisa statis, namun harus fleksibel, mampu menyesuaikan dengan kondisi perekonomian," ujar Dudley, di Sofitel Hotel Nusa Dua, Bali, Senin (1/8).
Dudley mengungkapkan ada dua langkah penting dalam mengambil kebijakan moneter. Langkah pertama dengan mempertimbangkan secara menyeluruh kondisi ekonomi global dan kedua dengan berkomunikasi secara jelas dan konsisten.
"Untuk itu, pengambilan kebijakan moneter harus dilakukan secara cepat dan juga akurat, jika tidak bisa menyebabkan krisis di negara tersebut," jelasnya.
Dudley menambahkan, kebijakan ekonomi dan moneter yang beragam dapat menimbulkan resiko bagi para pengambil kebijakan. Karenanya, dia meminta para pembuat kebijakan ini untuk memperhatikan kondisi ekonomi negaranya dan juga negara-negara lain.
Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowadojo menyerukan para pembuat kebijakan untuk menyusun kebijakan yang bertujuan mendukung pertumbuhan dan mengurangi resiko sekaligus mempertahankan stabilitas moneter dan keuangan. Kebijakan moneter menjadi salah satu agenda penting yang dibahas dalam seminar internasional bersama ini.
"Ada tiga tantangan kebijakan ekonomi, tantangan pertama adalah strategi pertumbuhan keuangan usai krisis ekonomi, kedua kebijakan moneter yang optimal, dan ketiga adalah stabilitas keuangan di tengah divergensi kebijakan moneter dunia," kata Agus.
Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan para gubernur bank sentral se-Asia Timur dan Pasifik. Executives Meeting of East Asia and Pasific (EMEAP) ke-21 ini dihelat di Bali dan dihadiri 11 yurisdiksi yang menjadi anggota EMEAP, yaitu Australia, Selandia Baru, Indonesia Thailand, Malaysia, Filipina, Singapura, Hong Kong, China, Korea dan Jepang.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya