Terungkap alasan Pertamina ajak Total kelola Blok Mahakam
Merdeka.com - Pemerintah telah menunjuk PT Pertamina (persero) untuk menjadi operator di Blok Mahakam mulai 2018 mendatang. Kontrak pengelolaan Total E&P Indonesie di blok tersebut berakhir di 2017.
Meski demikian, PT Pertamina didorong tetap melibatkan Total E&P Indonesie dalam mengelola Blok Mahakam pasca-2017. Mengapa Pertamina tidak mengelola Blok Mahakam sendirian?
Kepala Bagian Humas SKK Migas, Elan Biantoro mengakui Pertamina belum sanggup mengelola Blok Mahakam. Jika dipaksakan, operasional ladang gas di Kalimantan Timur tersebut ditakutkan tidak maksimal.
"Ibaratnya begini, jika anda biasa pakai motor bebek tiba-tiba disuruh bawa Harley itu tidak bisa, bisa jatuh. Enggak mudah mengerjakan apa yang bukan setiap hari kita kerjakan," ucap Elan dalam acara edukasi dan temu media, di Bogor, Jawa Barat, Jumat (4/9/2015).
Elan yang sudah 27 tahun berkecimpung di dunia migas ini mengakui tidak mudah mengelola Blok Mahakam. Dibutuhkan pihak yang sudah berpengalaman seperti Total E&P Indonesie.
"Sekarang kan isu ini menguat dikelola bersama, dan saya yakin yang menolak itu mereka tidak mengerti masalah teknis maupun non-teknis di Blok Mahakam," katanya.
Bahkan Elan tidak segan menyebut jika Pertamina mengelola sendiri maka produksi Blok Mahakam akan turun drastis. "Enggak ada kemampuan dan enggak bisa ngangkat produksi. Kalau produksi tiba-tiba drop kan pemasukan negara juga berkurang." tutupnya. (mdk/idr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya