Terserat kasus pajak, saham BCA anjlok
Merdeka.com - Bank Central Asia (BCA) kembali mendapat sorotan publik setelah ikut terseret dalam kasus yang menjerat mantan Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Purnomo terkait dugaan penyalahgunaan wewenang saat masih menjabat Dirjen Pajak.
Hadi diduga melakukan perbuatan melawan hukum atau menyalahgunakan wewenang untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi dalam menerima seluruh permohonan keberatan Wajib Pajak atas SKPN PPh Badan BCA. Diduga kuat, Hadi menerima komisi karena mengabulkan keberatan BCA tidak membayar pajak.
Imbas dari kasus ini cukup signifikan mempengaruhi kinerja BCA. Indikatornya sangat jelas terlihat dari pergerakan saham BCA yang anjlok sepanjang perdagangan hari ini, Selasa (22/4). Tercatat, pada penutupan sore harga saham Bank BCA turun 1,12 persen atau 125 poin ke level 11.050.
Presiden Direktur BCA Jahya Setiaatmadja tidak ingin disebut kinerja perusahaannya terkena dampak kasus tersebut. Hadi berdalih terkoreksinya atau menurunnya harga saham BCA di Bursa Efek Jakarta (BEI) bukan diakibatkan dengan adanya isu tertangkapnya Hadi Purnomo.
"Penurunan saham BCA merupakan hal yang lumrah. Saham naik turun sesuatu yang biasa, saya kira tiap hari naik dan turun saham itu biasa saja," ujarnya di Menara BCA, Jakarta.
Sepanjang hari ini harga saham BCA mengalami penurunan sebesar 1,12 persen atau 125 poin ke level Rp 11. 050 per lembar.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya