Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ternyata, ini Pertimbangan Pemerintah Berencana Naikkan Tarif KRL

Ternyata, ini Pertimbangan Pemerintah Berencana Naikkan Tarif KRL UMP DKI Jakarta 2022 Resmi Naik. ©2021 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Merdeka.com - Tarif Kereta Rel Listrik (KRL) direncanakan naik. Pertimbangan rencana kenaikan ini yakni hasil kajian kemampuan membayar (ability to payment) dan kesediaan pengguna untuk membayar (willingness to pay) kereta api perkotaan.

Dari survei yang dilakukan di lingkup Jabodetabek, rata-rata kemampuan membayar masyarakat sebesar Rp8.486 untuk ongkos KRL. Sementara, kesediaan membayar masyarakat pada moda Commuter Line sebesar Rp4.625.

"Ini dari hasil survei tadi ini masih ada tahap diskusi juga. Kita akan usulkan penyesuaian tarif KRL kurang lebih Rp 2.000 pada 25 km pertama. Jadi kalau yang semula sebesar Rp3.000 untuk 25 Km ini jadi Rp5.000," terang Kasubdit Penataan dan Pengembangan Jaringan Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Ditjen Perkeretaapian Kemenhub Arif Anwar, kemarin.

Sementara, besaran kenaikan yang direncanakan mulai dari Rp2.000 sehingga menjadi Rp5.000 untuk 25 Km pertama. Sedangkan 10 Km selanjutnya bakal dikenakan penambahannya biaya Rp1.000.

Sebagai informasi, total responden survei berasal dari semua lintas KRL seperti Bogor, Bekasi, Serpong dan Tanggerang sebanyak 6.841 orang. Terdiri dari responden pria 51 persen (3.577 orang) dan Wanita sebesar 49 persen (3.364 orang).

Sedangkan komposisi responden adalah pekerja sebesar 53 persen, produktif lain (sektor informal) 23 persen, serta pengguna untuk wisata dan rekreasi sebanyak 8 persen, dan 18 persen untuk keperluan lain.

Gojek dan KCI Kembangkan Fitur Integrasi KRL

kci kembangkan fitur integrasi krlRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Gojek bersama dengan PT Kereta Commuter Indonesia (PT KCI) mengumumkan kolaborasi dalam mengintegrasikan tiket KRL dengan layanan on-demand, untuk solusi perjalanan secara menyeluruh.

Dalam kolaborasi strategis ini, Gojek dan PT KCI akan mengembangkan fitur di dalam GoTransit yang akan memungkinkan pengguna memesan layanan transportasi Gojek (GoRide dan GoCar) ke dan dari stasiun komuter sekaligus tiket kereta komuter langsung dari aplikasi Gojek hanya dalam satu kali bundle pembelian.

Integrasi ini ditargetkan dapat dinikmati oleh pengguna pada awal tahun 2022. Nantinya pengguna dapat melakukan pembayaran dengan menggunakan GoPay, atau opsi lain seperti LinkAja. Kevin Aluwi, Co-Founder dan CEO Gojek mengatakan, kolaborasi dengan PT KCI ini merupakan langkah awal untuk bisa menghubungkan transportasi publik (middle mile) ke dalam ekosistem Gojek.

"Berdasarkan data internal kami, sebagian besar pelanggan memanfaatkan layanan GoRide dan GoCar sebagai sarana penghubung awal dan akhir perjalanan (first-mile-last-mile) untuk menuju dan dari stasiun kereta api komuter di Jabodetabek. Hal ini menunjukkan kehadiran layanan GoRide dan GoCar telah menjadi bagian penting yang melengkapi transportasi publik guna memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat di wilayah urban seperti Jabodetabek," kata Kevin dalam keterangan persnya, Rabu (10/11).

Pernyataan Kevin tersebut diperkuat dengan data internal Gojek yang menyatakan 1 dari 2 pelanggan Gojek aktif menggunakan layanan Gojek dari atau menuju hub transportasi. Sebelas (11) lokasi stasiun KRL Commuter Line dan Kereta Jarak Jauh juga menjadi titik berangkat dan tujuan yang paling sering dipesan pengguna layanan GoRide di Jabodetabek, bahkan apabila dibandingkan dengan lokasi lain seperti pusat perbelanjaan, restoran, ataupun toko.

"Kolaborasi strategis dengan PT KCI ini merupakan solusi jitu untuk semakin memudahkan masyarakat bepergian dan akan terintegrasi secepatnya di fitur GoTransit," lanjut Kevin.

Sejalan dengan Gojek, PT KCI terus mendorong integrasi antarmoda transportasi publik untuk meningkatkan kenyamanan pengguna transportasi publik. Termasuk kemudahan masyarakat berpindah antar moda.

"Kerja sama strategis ini merupakan upaya bersama untuk memaksimalkan integrasi antarmoda sehingga para pengguna dapat melakukan perjalanan dengan mudah, tuntas dengan minim kendaraan pribadi. Hal ini sejalan dengan fokus kami untuk meningkatkan minat masyarakat urban menggunakan transportasi publik," kata Roppiq Lutzfi Azhar, Direktur Utama PT Kereta Commuter Indonesia.

Dilanjutkannya, dengan 70 persen lebih Millennials yang saat ini bergabung dengan KAI Commuter, kerja sama dengan Gojek melalui layanan GoTransit ini diharapkan dapat membuahkan inovasi dalam pelayanan masyarakat khususnya pengguna Commuterline.

"Kami mengapresiasi kerja sama ini, selain memudahkan akses layanan, kolaborasi ini juga bisa menularkan penggunaan teknologi terkini dalam pengembangan layanan transportasi publik ke depan," terang Roppiq.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP