Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ternyata Ini Alasan Baju Thrifting Banyak Digandrungi Masyarakat

Ternyata Ini Alasan Baju Thrifting Banyak Digandrungi Masyarakat Penjual Baju Impor Bekas di Pasar Senen. ©2023 Merdeka.com

Merdeka.com - Membeli pakaian bekas impor atau lebih dikenal thrifting, saat ini masih digandrungi oleh kalangan anak-anak, remaja, hingga orang tua. Namun kebiasaan tersebut ternyata memberikan dampak yang negatif untuk pertumbuhan industri tekstil di Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), dia meminta kepada jajarannya untuk menindak bisnis tersebut, dan mengatakan bahwa ada beberapa pelaku bisnis yang tertangkap.

"Yang namanya impor pakaian bekas mengganggu. Sudah saya perintahkan untuk mencari betul dan sehari dua hari sudah banyak yang ketemu. Itu mengganggu industri tekstil di dalam negeri," kata Jokowi di Istora GBK, Senayan, Jakarta, Rabu (15/3).

Berdasarkan pantauan Merdeka.com, pada Kamis (16/3), terlihat beberapa anak muda membeli sejumlah baju thrifting di Pasar Senen Blok III, saat diwawancarai mereka mengaku membeli baju dan celana digunakan untuk foto tahunan sekolah.

Irul (17) merupakan seorang pelajar SMA di Bekasi mengatakan dirinya kerap sekali membeli pakaian bekas di Pasar Senen. Sebab menurutnya di pasar tersebut menyediakan beragam model fashion yang menarik.

"Di Bekasi sebenarnya ada juga thrifting, tapi di sini lebih banyak pilihannya dan murah juga tentunya," ujar Irul kepada Merdeka.com, Kamis (16/3).

Menurutnya, melakukan hal ini sangatlah asik, dan tentu menghemat pengeluaran untuk membeli baju baru. "Lebih asik saja thrifting-an gini, sudah hemat, terus hematnya tuh beberapa kali lipat gitu. Yang penting bahan dan kondisi nya masih bagus jadi saya mah beli saja, tidak harus brand-nya sih sebenarnya," tambahnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Adit (17) teman satu SMA Irul, dia mengatakan lebih memilih untuk melakukan thrifting karena model-modelnya cocok dengan style yang dia sukai.

"Seru, jadi kenal fashion-fashion gitu. Menurut kita mah ya enak di sini karena kan lebih banyak pilihan kalau thrifting daerah rumah gitu-gitu saja. Saya lebih milih desain estetik gitu, " jelas Adit.

Mereka pun mengaku, pernah thrifting di Pasar Baru untuk mencari satu stel jas yang digunakan untuk kegiatan di sekolahnya. "Pernah juga ke Pasar Baru, waktu itu nyari seragam gitu, kaya PDH gitu jas gitu," kata mereka.

"Ini sekarang saya belanja krunek 2, topi satu, harganya Rp 80.000 dan Rp 70.000. Nah si Adit beli krunek 3 kemeja 1 dasi 1. Kemeja tadi harganya Rp 100.000 tapi bagus banget kemejanya, krunek Rp 35.000," tutur Irul.

Kendati demikian, mereka tak mengetahui bahwa ada pelarangan atas barang baju impor bekas yang sempat disinggung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu. Mereka pun berpendapat, tindakan yang akan dilakukan pemerinta itu malah membuat bisnis-bisnis seperti ini kehilangan penghasilannya.

"Saya merasa kasihan kalau nanti bisnis ini tuh di tutup gitu, tadi juga ada abang-abang yang modalnya dari mertua, beli berapa bal gitu, jadi kasihan gitu," ujar Irul.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP