Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Terbang ke Kalbar, Mentan Amran saksikan ekspor beras ke Malaysia

Terbang ke Kalbar, Mentan Amran saksikan ekspor beras ke Malaysia menteri pertanian amran sulaiman. ©2017 Merdeka.com/Desi Aditia Ningrum

Merdeka.com - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyaksikan panen padi serta ekspor beras sebanyak 25 ton hasil panen di desa Tunggal Bhakti, Kecamatan Kembayan Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, ke Malaysia.

Menurut mentan, dirinya mengetahui bahwa Malaysia selama ini masih mengimpor sejumlah komoditas seperti jagung dan beras dari negara lain, sehingga dirinya mendekati Malaysia dan menawarkan impor komoditas itu dari Indonesia.

"Alangkah indahnya Malaysia mengimpor dari Indonesia, mengimpor dari saudara kandung sendiri," kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman seperti dikutip dari Antara dalam acara pelepasan ekspor beras di Sanggau, Kalbar, Jumat (20/10).

"Daripada beli jauh-jauh dari Pakistan dan Vietnam.. Tolong Sanggau tangani kebutuhan Malaysia," tambahnya.

Mentan juga memaparkan, pihaknya telah mengajak Malaysia untuk berkomunikasi dalam rangka berinvestasi bersama yang menguntungkan kedua belah pihak.

Sementara itu, Sekjen Kementerian Pertanian Malaysia Sallehhuddin mengatakan pihaknya siap menyeleggarakan kerja sama dalam pengembangan kerja sama.

Bupati Sanggau Paulus Hadi memaparkan, produksi beras di daerahnya terus meningkat, yaitu dari 133.000 ton pada 2015 hingga 182.000 ton pada 2016. Namun, Bupati Sanggau mengungkapkan sejumlah persoalan yang dihadapi seperti masih adanya infrastruktur irigasi yang macet, kemudian berkurangnya lahan produksi beras karena ada anggapan bahwa bisnis sawit di sanggau ternyata lebih menjanjikan.

Sebelumnya, program panen pangan yang digalakkan di kawasan perbatasan Indonesia bakal memudahkan peningkatan ekspor ke sejumlah negara tetangga, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani nusantara.

"Dengan menetapkan program pangan berorientasi ekspor di perbatasan akan memudahkan kita mengekspor ke negara tetangga," kata Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Agung Hendriadi dalam Seminar Hari Pangan Sedunia ke-37 yang diselenggarakan di Pontianak, Kalimantan Barat.

Dalam seminar bertajuk "Menggerakkan Generasi Muda untuk Membangun Pertanian di Wilayah Perbatasan", Agung ingin para produsen pangan di berbagai daerah melihat komoditas bahan makanan apa saja yang bisa dihasilkan guna menyediakan kebutuhan pangan negara tetangga.

Acara ekspor beras itu sebagai bagian dari rangkaian Hari Pangan Sedunia ke-37 yang diselenggarakan di Kompleks Markas Kodam XII Tanjungpura, Kalbar, 19-22 Oktober 2017.

"Kami akan melaksanakan panen padi di perbatasan. Kami ingin menunjukkan kepada dunia bahwa perbatasan RI itu hebat," kata Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi dalam acara konferensi pers di Jakarta.

Menurut Agung, selama ini telah dilaksanakan upaya pengembangan lumbung pangan dengan penerapan teknologi pertanian di masyarakat di lima kabupaten perbatasan Sambas, Bengkayang, Sanggau, Sintang, dan Kapuas Hulu seluas 50.000 hektare.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP