Tender dihapus, Mentan klaim pengadaan pupuk jadi tepat sasaran
Merdeka.com - Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengklaim penunjukkan langsung membuat pengadaan pupuk, benih, dan alat pertanian tepat sasaran. Penunjukan langsung mulai dijalankan sejak terbitnya Peraturan Presiden Nomor 1/2014 pada desember lalu.
"Hasilnya sekarang membangun infrastruktur pertanian terbesar sepanjang sejarah. Irigasi tersier fisik 1,5 juta hektar, padahal target 1 juta hektar. Kemudian, alat dan mesin pertanian (alsintan) yang dibagi mencapai 40 ribu unit, sebelumnya hanya mampu 3 ribu-4 ribu unit," ungkapnya saat menggelar rapat terkait upaya peningkatan produksi beras Indonesia, Jakarta, Rabu (26/8). Rapat itu dihadiri sekitar 5 ribu pengusaha beras.
Dia mengungkapkan, sebelum itu, Kementerian Pertanian menggunakan tender dalam setiap pengadaan pupuk, benih, dan alsintan. Namun, setelah dievalusi dinilai kontraproduktif.
"Saya keliling sekitar 300 kabupaten mendatangi petani. pasokan pupuk terlambat di indonesia. Satu minggu pupuk hilang 1 ton, kalau ini dikali 40 persen terlambat dikali 5 juta hektar, artinya pupuk senilai Rp 20 triliun hilang," jelasnya.
"Ada regulasi yang memperlambat pembangunan pertanian: pupuk benih traktor ini musiman ini semua tender. Karena anggaran keluar Januari atau februari, tender keluar selesai panen, ini perlu diperbaiki. Presiden langsung setuju, sekarang tanpa tender."
Dia mengungkapkan beras merupakan komoditas penting dalam menunjang ketahanan pangan. Atas dasar itu, anggaran Kementerian Pertanian naik 105 persen menjadi sebesar Rp 16,9 triliun, tahun lalu.
"Itulah bentuk perhatian kepada petani seluruh Indonesia termasuk usaha penggilingan padi," jelas dia.
Dalam jangka pendek, pemerintah akan merevitalisasi dan mendorong usaha penggilingan padi menjadi mitra kerja Perum Bulog.
(mdk/yud)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya